RADARSOLO.COM – Mengendarai motor memang seru, apalagi jika dilakukan dalam kondisi cuaca cerah atau suasana malam yang sunyi.
Tapi tahukah kamu? Siang dan malam punya tantangan yang jauh berbeda.
Bukan cuma soal waktu, tapi juga soal visibilitas, potensi bahaya, dan cara menyiasatinya agar tetap aman sampai tujuan.
Oke Desiyanto, Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jawa Tengah, menekankan pentingnya memahami perbedaan signifikan antara riding siang dan malam.
Riding di siang hari memang menawarkan pandangan lebih jelas, karena kita dimanjakan oleh cahaya matahari.
Marka jalan, lubang, hingga pejalan kaki bisa terlihat dengan mudah. Tapi bukan berarti bebas tantangan.
Cuaca panas bisa menyebabkan dehidrasi dan kelelahan lebih cepat.
Minum air cukup dan istirahat secara berkala sangat disarankan.
Selain itu, siang hari biasanya jadi waktu lalu lintas paling padat, jadi kita harus waspada terhadap pengendara lain yang agresif atau terburu-buru.
Jangan lupa, silau matahari saat terbit dan tenggelam juga bisa mengganggu pandangan.
Solusinya, gunakan visor helm yang sesuai atau kacamata hitam agar tetap fokus melihat jalan.
Saat malam, riding berubah jadi “permainan cahaya dan bayangan”.
Sumber cahaya utama cuma dari lampu motor, itupun menerangi area terbatas di depan.
Mata bekerja lebih keras dan kemampuan mengenali objek di kejauhan sangat menurun.
Bukan cuma itu, silau lampu dari kendaraan lain dan gelap di sisi jalan bisa menipu persepsi warna dan jarak.
Karena itu, lampu utama, sein, dan rem wajib berfungsi sempurna. Kalau memungkinkan, tambahkan lampu ekstra untuk membantu pencahayaan.
Dan yang tak kalah penting, pakailah pakaian atau perlengkapan berkendara dengan warna cerah atau material reflektif.
Di malam hari, harus membuat diri kita 'terlihat' bukan hanya mampu 'melihat’.
Kurangi kecepatan, perhatikan jarak aman lebih luas dari biasanya. Jangan memaksakan berkendara jika sudah merasa mengantuk atau lelah secara mental.
Dan selalu waspada terhadap pengendara ugal-ugalan, mabuk, atau tidak menyalakan lampu, yang kerap ditemui di malam hari.
Terakhir, baik riding siang maupun malam, keselamatan selalu berawal dari persiapan.
Cek kendaraan sebelum berangkat, pastikan tubuh bugar, dan jangan pernah abaikan isyarat atau tanda bahaya sekecil apapun di jalan.
“Riding di bawah terik mentari maupun di bawah cahaya lembut rembulan tetap membutuhkan persiapan dan kewaspadaan. Perbedaan antara siang dan malam hari memiliki perbedaan signifikan dalam tingkat visibilitas dan potensi risiko. Persiapkan diri dan nikmati setiap momen di jalan dengan aman dan penuh kesadaran,” tutup Oke. (lz)
Editor : Laila Zakiya