Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Jangan Rem Mendadak di Jalur Pantura Saat Hujan! Bahaya Aquaplaning Mengintai, Bisa Tewaskan Pengendara

Laila Zakiya • Selasa, 20 Januari 2026 | 10:39 WIB

 

Ilustrasi Aquaplanning saat hujan.
Ilustrasi Aquaplanning saat hujan.

RADARSOLO.COM - Jalur Pantura (Pantai Utara) dikenal sebagai tulang punggung distribusi logistik nasional.

Namun di balik fungsinya yang vital, jalur ini menyimpan ancaman serius bagi pengendara motor, terutama saat musim hujan tiba.

Salah satu bahaya yang sering diremehkan namun mematikan adalah aquaplaning.

Aspal yang tampak mulus atau beton yang terlihat kokoh justru bisa berubah menjadi “perangkap licin” ketika air hujan menggenang di permukaannya.

Banyak kecelakaan di Jalur Pantura bermula dari kesalahan sederhana: mengerem mendadak saat motor kehilangan traksi.

Apa Itu Aquaplaning dan Mengapa Berbahaya?

Aquaplaning atau hydroplaning terjadi saat ban motor kehilangan kontak langsung dengan permukaan jalan karena terhalang lapisan air.

Dalam kondisi ini, ban seharusnya membelah air, namun justru “mengapung” sehingga kehilangan daya cengkeram.

Menurut Oke Desiyanto, Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng, fenomena ini sangat berisiko di Jalur Pantura karena karakteristik jalannya.

Di jalur Pantura, risiko ini meningkat karena beberapa faktor:

* Kecepatan Tinggi: Banyak pengendara memacu motor di atas 60 km/jam saat kondisi jalan sepi.
* Kondisi Ban: Ban yang sudah tipis (botak) tidak memiliki alur (pattern) yang cukup untuk membuang air.
* Permukaan Jalan: Adanya cekungan kecil atau perbedaan tinggi antara aspal dan beton yang menampung air.

Kombinasi faktor tersebut membuat aquaplaning bisa terjadi tanpa peringatan, bahkan di genangan yang tampak dangkal.

Baca Juga: Penyandang Disabilitas Korban Banjir Pekalongan Akhirnya Bisa Sekolah Usai Dikunjungi Wagub Jateng Taj Yasin

Kesalahan Fatal Pengendara Saat Aquaplaning

Refleks alami pengendara ketika motor terasa goyang adalah menarik tuas rem sedalam mungkin. Sayangnya, tindakan ini justru menjadi pemicu kecelakaan serius.

Saat aquaplaning, roda tidak memiliki traksi atau cengkeraman ke aspal.

Jika pengendara mengerem secara mendadak—terutama rem depan—roda akan langsung terkunci (locking).

Tanpa gesekan dengan aspal, motor bisa langsung tergelincir atau terpelanting (lowside).

Di jalur sepadat Pantura, terjatuh di tengah jalan berarti risiko tertabrak kendaraan besar dari belakang sangat tinggi.

Langkah Penyelamatan Saat Motor Terasa “Melayang”

Jika terjebak dalam kondisi aquaplaning, pengendara harus mengendalikan diri dan mengikuti prosedur keselamatan berikut:

1. Tutup Gas Secara Perlahan
Jangan melepas gas secara mendadak. Kurangi putaran mesin secara bertahap agar kecepatan turun alami.

2. Jangan Mengerem
Hindari penggunaan rem depan maupun belakang secara ekstrem. Biarkan momentum motor berkurang dengan sendirinya.

3. Pertahankan Posisi Tegak
Jangan berbelok atau memiringkan motor. Jaga setang tetap lurus sampai ban kembali mendapatkan grip.

4. Fokus pada Pandangan
Arahkan mata ke area jalan yang lebih kering dan aman, bukan ke genangan atau hambatan di depan.

Langkah-langkah ini membantu ban kembali menyentuh permukaan aspal secara bertahap tanpa kehilangan kendali.

Kecepatan Rendah Belum Tentu Aman Saat Hujan

Dalam kondisi basah, kecepatan rendah bukan jaminan keselamatan jika tidak disertai pemahaman risiko.

Aspal yang licin bisa membuat kecepatan 40 km/jam jauh lebih berbahaya dibanding 80 km/jam di jalan kering.

“Ingat, ban motor kita adalah satu - satunya titik kontak dengan bumi. Jika kita memaksanya berhenti saat ban sedang mengapung, berarti kita sedang mengundang petaka. Turunkan kecepatan sebelum masuk genangan, bukan saat sudah di dalamnya”, tutup Oke.

Kesadaran dan antisipasi menjadi kunci utama. Saat hujan turun di Jalur Pantura, bukan hanya refleks yang diuji, tetapi juga pemahaman keselamatan berkendara. (**)

Editor : Laila Zakiya
#cari aman #honda jateng #Astra Honda Motor #jalur pantura #musim hujan #tips dan trik #aquaplaning #safety riding #astra honda jateng