Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Tips Aman Libas Jalan Berlubang Pascamusim Hujan

Tri wahyu Cahyono • Jumat, 6 Maret 2026 | 16:26 WIB

Kondisi dinamis di kawasan Semarang, Solo, hingga Brebes ini tentu menuntut kecakapan ekstra dari para pengendara sepeda motor untuk lebih awas beradaptasi demi menjaga keselamatan.
Kondisi dinamis di kawasan Semarang, Solo, hingga Brebes ini tentu menuntut kecakapan ekstra dari para pengendara sepeda motor untuk lebih awas beradaptasi demi menjaga keselamatan.

RADARSOLO.COM-Memasuki pekan pertama Maret 2026, para pengguna jalan di wilayah Jawa Tengah kembali dihadapkan pada tantangan alam pascatingginya curah hujan sepanjang Februari.

Karakter aspal di berbagai jalur utama, mulai dari kawasan pesisir jalur pantura hingga rute pegunungan di wilayah selatan, mengalami perubahan tekstur yang cukup signifikan.

Dinamika cuaca tropis berupa paparan genangan air hujan dan tingginya beban volume kendaraan memicu kerusakan pada permukaan jalan, mulai dari aspal retak, mengelupas, hingga jalan berlubang.

Kondisi dinamis di kawasan Semarang, Solo, hingga Brebes ini tentu menuntut kecakapan ekstra dari para pengendara sepeda motor untuk lebih awas beradaptasi demi menjaga keselamatan.

Analogi Menangkap Bola Tenis

Instruktur Senior Safety Riding Astra Motor Jawa Tengah, Oke Desiyanto, memberikan analogi sederhana terkait teknik berkendara di jalanan rusak layaknya menangkap sebuah bola tenis yang memantul.

Jika seseorang menangkap bola yang jatuh dengan posisi telapak tangan kaku dan keras, bola tersebut justru akan terpental dan tangan akan terasa sakit.

Sebaliknya, jika tangan sedikit rileks dan luwes mengikuti arah jatuhnya bola, maka tangkapan akan terasa sempurna tanpa adanya guncangan yang berarti.

Analogi tersebut sangat relevan diterapkan saat roda motor menghantam permukaan jalan yang tidak rata.

Jika postur duduk dan pegangan tangan pengendara kaku, motor berpotensi kehilangan keseimbangan dan guncangannya akan menyakiti tubuh.

Namun, jika tubuh rileks dan fleksibel mengikuti irama ayunan suspensi, laju motor akan tetap berada dalam kendali penuh.

Empat Strategi Berkendara Aman

Baca Juga: Awas, Gaya Berkendara Ini Bisa Bikin Ban Motor Rusak! Begini Tipsnya Agar Awet dan Tetap Cari Aman

Untuk mengantisipasi insiden di jalanan rusak, Oke membagikan panduan teknis adaptasi bagi pengendara di Jawa Tengah.

Langkah pertama adalah mengoptimalkan radar visual (scanning) dengan membiasakan pandangan mata menjangkau 15 hingga 25 meter ke depan guna memindai perbedaan warna atau tekstur aspal.

Pada jalur padat seperti rute Tegal–Pekalongan, pergerakan kendaraan besar di depan bisa menjadi pemandu.

Jika truk di depan terlihat sedikit bergoyang menghindari lubang, hal itu menjadi sinyal bagi pengendara motor untuk segera menyesuaikan lajur.

Langkah kedua adalah penguasaan teknik pengereman preemtif. Saat mendeteksi lubang, pengendara disarankan melakukan pengurangan kecepatan secara bertahap jauh sebelum mencapainya.

Hal yang paling krusial adalah melepaskan tuas rem tepat sebelum ban menyentuh lubang agar suspensi depan dalam kondisi bebas sehingga mampu meredam benturan secara maksimal.

Strategi selanjutnya adalah menerapkan postur tubuh mengambang (floating).

Pengendara dapat menjadikan kakinya sebagai peredam tambahan dengan sedikit mengangkat tubuh dari jok serta menjepit bodi motor menggunakan paha, khususnya bagi pengguna motor sport.

Siku tangan juga harus tetap rileks agar getaran dari setang tidak mengunci gerakan bahu.

Terakhir, pengendara wajib mewaspadai bias pantulan cahaya dan genangan air yang kerap muncul pada sore hari di jalur pantura.

Area yang tergenang harus diasumsikan memiliki tekstur jalan berlubang sehingga pengendara dituntut cerdas memilih rute lajur yang paling stabil.

Di samping teknik berkendara, Oke juga mengingatkan pentingnya memastikan tekanan angin ban dan fungsi sistem penerangan bekerja sesuai standar pabrikan sebagai bentuk pemenuhan aturan emas keselamatan lalu lintas, yakni melihat dan dilihat.

"Jalan raya adalah ruang publik yang dinamis dan akan selalu berubah mengikuti faktor alam. Sebagai pengendara yang cerdas, tugas kita bukan sekadar mengeluhkan keadaan, melainkan meningkatkan kapasitas diri dalam membaca situasi demi keselamatan bersama," tutup Oke. (*)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#cari aman #honda jateng #Astra Motor Jateng #Tips dan Trik Motor Honda #safety riding