Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Jangan Abaikan! Ini Alasan Penting Cek Ban Motor Setelah Mudik Lebaran, Bisa Cegah Risiko Fatal di Jalan

Laila Zakiya • Selasa, 31 Maret 2026 | 11:34 WIB
ILUSTRASI Cek Ban Motor Setelah Mudik Lebaran. (Astra Motor Jateng)
ILUSTRASI Cek Ban Motor Setelah Mudik Lebaran. (Astra Motor Jateng)

 

RADARSOLO.COM - Libur Lebaran telah usai, dan kini saatnya kembali ke rutinitas harian.

Namun, ada satu hal penting yang kerap terlewat setelah perjalanan mudik panjang: pengecekan kondisi ban motor.

Padahal, ban motor memiliki peran vital selama perjalanan jauh. Ibarat “sepatu karet”, komponen ini bekerja keras menopang beban kendaraan, menjaga traksi di jalan, hingga memastikan pengendara tetap aman dari risiko tergelincir.

Instruktur Training Astra Motor Jawa Tengah, Fachrul Reza, mengingatkan bahwa kondisi ban motor seringkali diabaikan meski sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan.

“Setelah melakukan perjalanan jauh, pengecekan kondisi motor, terutama ban, sangat penting untuk menjaga performa dan keselamatan berkendara. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan mudah di AHASS terdekat agar semua komponen tetap optimal dan dijamin orisinalitasnya,” ucap Reza.

Baca Juga: Pasien Puskesmas di Karanganyar Melonjak Pasca Lebaran, Mayoritas karena Penyakit Ini

Ban Motor Punya “Sinyal” yang Sering Diabaikan

Ban motor sebenarnya memberikan tanda-tanda ketika membutuhkan perhatian. Sayangnya, banyak pengendara yang tidak peka terhadap kondisi ini.

Berikut beberapa hal penting yang wajib dicek setelah mudik:

1. Jangan Biarkan Ban “Sesak Napas”

Tekanan angin ban menjadi faktor krusial dalam keselamatan berkendara.

Tekanan yang kurang bisa membuat struktur ban melemah dan rentan pecah. Sebaliknya, tekanan berlebih membuat ban terlalu keras dan mudah tergelincir.

Idealnya, pengecekan tekanan angin dilakukan minimal seminggu sekali, terutama setelah perjalanan jauh.

Baca Juga: Masih Nihil, Pencarian Bocah Hilang asal Kebakkramat Karanganyar Libatkan Enam SRU: Ini Kendala yang Dihadapi Relawan

2. Waspadai “Duri dalam Daging”

Kerikil, paku, atau benda asing lain yang terselip di sela ban bisa menjadi ancaman serius.

Jika dibiarkan, benda tersebut dapat menembus lapisan dalam ban dan menyebabkan kebocoran.

Membersihkan sela-sela ban saat mencuci motor bisa jadi langkah sederhana namun penting.

3. Perhatikan “Garis Nasib” Ban

Indikator keausan ban atau TWI (Tread Wear Indicator) menjadi batas aman penggunaan.

Jika permukaan ban sudah sejajar dengan indikator ini, artinya ban harus segera diganti.

Ban yang aus sangat berbahaya, terutama saat melintasi jalan basah karena daya cengkeramnya menurun drastis.

Baca Juga: Ikhtiar Batin Warga Tasgunting: Bawa Obor dan Tabuh Panci Cari Bocah Hilang di Nangsri Karanganyar

4. Hindari Beban Berlebih

Setiap ban memiliki batas kapasitas beban. Membawa muatan berlebih bisa menyebabkan kerusakan permanen seperti benjolan pada ban.

Selain berisiko, kondisi ini juga bisa mengganggu kenyamanan berkendara dan mempercepat kerusakan komponen lain.

Pentingnya Servis di Bengkel Resmi

Setelah perjalanan panjang seperti mudik, pemeriksaan menyeluruh di bengkel resmi menjadi langkah bijak. Selain memastikan kondisi ban, komponen lain juga bisa dicek secara menyeluruh.

Dengan perawatan yang tepat, performa motor tetap optimal dan risiko kecelakaan bisa diminimalkan.

Merawat ban motor bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan. Jangan tunggu hingga terjadi kerusakan serius—lakukan pengecekan rutin, terutama setelah perjalanan jauh seperti mudik Lebaran. (**)

Editor : Laila Zakiya
#Pengecekan Ban Motor #honda jateng #Astra Motor Jateng #ahass jateng