RADARSOLO.COM - Viral di media sosial, beredar video yang menampilkan puluhan ribu motor listrik yang disebut akan digunakan untuk operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam video tersebut, motor terlihat masih terbungkus plastik dan sudah ditempeli logo Badan Gizi Nasional (BGN) dengan warna biru khas.
Motor listrik dalam video itu memiliki tampilan bergaya trail, mirip motor petualang seperti Honda CRF.
Terlihat pula tulisan “Emmo” pada bodinya, yang memunculkan dugaan bahwa kendaraan tersebut merupakan produk dari brand motor listrik Emmo.
Dari penelusuran yang beredar, ada dua model yang dikaitkan dengan kebutuhan operasional MBG, yakni Emmo JVX GT dan Emmo JVH Max.
Keduanya memiliki spesifikasi dan fungsi yang berbeda sesuai dengan kebutuhan distribusi di lapangan.
Model pertama, Emmo JVX GT, merupakan motor listrik bergaya trail yang dirancang untuk melibas berbagai medan, baik jalan raya maupun jalur offroad.
Motor ini dibekali tenaga hingga 7.000 watt dengan kecepatan maksimal sekitar 80 km/jam serta jarak tempuh mencapai 70 km dalam sekali pengisian daya.
Emmo JVX GT juga menggunakan baterai 72V 31Ah yang dapat dipasang hingga dua unit dan mudah dilepas.
Fitur fast charging memungkinkan pengisian daya dari 30 persen ke 80 persen hanya dalam waktu sekitar satu jam. Untuk harga, motor ini dibanderol di kisaran Rp 56 jutaan per unit, angka yang cukup menyita perhatian publik.
Sementara itu, Emmo JVH Max hadir dengan konsep skuter listrik yang lebih cocok digunakan di area perkotaan.
Motor ini mampu melaju hingga 90 km/jam dengan jarak tempuh yang sama, yakni sekitar 70 km dalam sekali pengisian penuh.
Dengan desain yang lebih ergonomis dan praktis, Emmo JVH Max dinilai ideal untuk mobilitas harian di jalan perkotaan.
Harga yang ditawarkan juga lebih terjangkau dibandingkan model trail, yakni berada di kisaran Rp 48 jutaan per unit.
Perbedaan karakter antara Emmo JVX GT dan Emmo JVH Max menunjukkan adanya kemungkinan pembagian fungsi dalam operasional MBG.
Model trail berpotensi digunakan untuk menjangkau daerah dengan akses sulit, sedangkan model skuter lebih efektif untuk distribusi di wilayah urban.
Namun, yang menjadi sorotan utama dari viral video ini adalah nilai pengadaan dalam jumlah besar.
Jika mengacu pada harga tertinggi sekitar Rp 56 juta per unit, maka kebutuhan hingga 70 ribu unit motor listrik berpotensi menembus angka triliunan rupiah.
Hal inilah yang memicu perdebatan di tengah masyarakat, terutama terkait efisiensi anggaran dan transparansi pengadaan.
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengenai skema pembelian, apakah melalui pengadaan langsung, kerja sama operasional, atau sudah termasuk layanan tambahan seperti baterai dan perawatan.
Di sisi lain, penggunaan motor listrik dalam program MBG dinilai memiliki sejumlah keunggulan.
Selain lebih ramah lingkungan karena minim emisi, biaya operasional juga cenderung lebih rendah dibandingkan kendaraan berbahan bakar konvensional.
Meski begitu, implementasi dalam skala besar tetap membutuhkan perencanaan matang serta keterbukaan informasi agar tidak menimbulkan polemik di masyarakat.
Seiring viralnya video MBG dan motor listrik ini, publik kini menanti klarifikasi resmi terkait harga, spesifikasi, serta mekanisme pengadaan Emmo JVX GT dan Emmo JVH Max dalam program tersebut.(np)
Editor : Nur Pramudito