RADARSOLO.COM - Nissan Juke akhirnya kembali jadi sorotan setelah versi listriknya resmi diperkenalkan ke publik.
Model ini menandai langkah baru Nissan dalam memperkuat strategi elektrifikasi, khususnya di pasar Eropa yang semakin kompetitif.
Mengutip laporan InsideEVs per 14 April 2026, Nissan sebelumnya sempat merencanakan Nissan Juke listrik sebagai pengganti penuh model bermesin bensin.
Namun, dinamika pasar mobil listrik yang belum sepenuhnya stabil membuat rencana itu berubah.
Kini, Nissan memilih menghadirkan Juke listrik berdampingan dengan versi konvensional yang diperbarui.
Baca Juga: Mobil Listrik Harga Termurah 2026 untuk 7 Penumpang, Ini 4 Pilihan MPV Ramah Keluarga!
Dari sisi desain, perubahan yang dibawa Nissan Juke listrik bisa dibilang sangat drastis.
Mobil ini mengadopsi gaya dari konsep Hyper Punk yang diperkenalkan pada 2024.
Garis bodi tajam, bentuk mengotak, dan tampilan futuristis membuatnya tampil lebih berani dibanding generasi sebelumnya.
Meski mengalami transformasi besar, Nissan tetap mempertahankan identitas khas Juke yang nyentrik.
Justru, pendekatan desain baru ini membuat Nissan Juke terlihat semakin ekspresif dan berbeda di segmen SUV kompak berbasis listrik.
Secara teknis, Nissan Juke listrik dibangun menggunakan platform CMF-EV, arsitektur yang juga digunakan oleh Nissan Leaf terbaru.
Produksi model ini direncanakan berlangsung di pabrik Nissan di Sunderland, Inggris, yang menjadi salah satu basis utama manufaktur Nissan di Eropa.
Untuk urusan performa, meski belum diumumkan secara resmi, Nissan Juke listrik diperkirakan akan mengusung opsi baterai 52 kWh dan 75,1 kWh.
Dengan konfigurasi tersebut, jarak tempuhnya bisa mencapai hingga 386 mil atau sekitar 622 km berdasarkan standar WLTP.
Platform CMF-EV sebenarnya mendukung sistem penggerak AWD dual-motor.
Namun, Nissan Juke listrik kemungkinan besar akan hadir dengan konfigurasi motor tunggal penggerak roda depan, mirip dengan Leaf.
Semua spesifikasi ini masih bersifat sementara hingga pengumuman resmi dari Nissan.
Menariknya, Nissan tampak ingin memposisikan Juke listrik berbeda dari Leaf.
Jika Leaf lebih fokus pada efisiensi, maka Nissan Juke dirancang lebih ekspresif, menyasar konsumen yang menginginkan mobil listrik dengan karakter kuat dan desain berani.
Untuk saat ini, Nissan Juke listrik diprioritaskan bagi pasar Eropa. Pengiriman unit ke konsumen dijadwalkan mulai 2027.
Sementara itu, versi mesin konvensionalnya tetap dipertahankan dan akan mendapatkan pembaruan.
Bagi pasar Indonesia, belum ada kepastian apakah Nissan Juke listrik akan ikut masuk.
Namun, kehadiran model ini menjadi sinyal kuat bahwa Nissan Juke tidak ditinggalkan, melainkan kembali hadir dalam wujud baru yang sepenuhnya berbasis listrik.(np)