RADARSOLO.COM - Suara gemericik air dan suasana hijau nan asri di kawasan River Walk Boja, Desa Ngadibolo, menjadi latar berbeda bagi sebuah edukasi keselamatan berkendara.
Bukan sekadar kumpul komunitas motor, sebanyak 60 lady bikers—mulai dari konsumen Honda hingga mahasiswi Universitas Negeri Semarang (UNNES)—berkumpul dalam satu misi: memahami filosofi berkendara yang lebih sadar dan tenang melalui konsep Zen On Wheels.
Kegiatan yang digelar pada Sabtu (18/04) ini merupakan hasil kolaborasi antara Astra Motor Jawa Tengah, kepolisian, dan praktisi kesehatan mental.
Sejak awal, acara ini menegaskan satu hal penting: keselamatan berkendara bukan hanya soal skill teknis, tetapi juga soal kondisi mental pengendara.
Data Kecelakaan Jadi Alarm
Aiptu Agung Sugiarto dari Satlantas Polrestabes Semarang membuka sesi dengan paparan data yang cukup mengkhawatirkan.
Berdasarkan catatan kecelakaan regional 2025, pengendara perempuan usia produktif masih menjadi kelompok yang rentan.
Ia menegaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan lalu lintas dan kelengkapan legalitas seperti SIM adalah benteng pertama dalam melindungi diri di jalan.
Bahaya "Pikiran yang Tidak Hadir"
Masuk ke sesi berikutnya, Oke Desiyanto selaku Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jawa Tengah mengungkap fakta yang jarang disadari.
Lebih dari 55 persen perempuan yang mengalami kecelakaan, ternyata terlambat menyadari potensi bahaya di jalan.
“Sering kali tubuh kita ada di atas motor, tapi pikiran masih di kampus, kantor, atau rumah. Itulah mental load,” jelasnya.
Menurut Oke, kondisi tersebut memicu peningkatan hormon stres (kortisol) yang berdampak pada cepat lelah dan menyempitnya fokus penglihatan.
Konsep Zen On Wheels hadir sebagai solusi: mengajak pengendara untuk benar-benar “hadir” saat berkendara.
Baca Juga: Astra Honda Dream Cup 2026 Siap Guncang Tiga Kota, Vario 160 Kembali Jadi Sorotan di Lintasan
Mindfulness Jadi Kunci Berkendara Aman
Yang membuat acara ini berbeda adalah pendekatan psikologis yang digunakan.
Praktisi yoga dan meditasi, Anistia Nurfazria, memandu peserta melakukan teknik pernapasan mindfulness dan relaksasi singkat.
Peserta diajak belajar mengelola emosi sebelum berkendara, termasuk melepaskan stres agar perjalanan lebih aman dan nyaman.
Menurutnya, kondisi mental yang stabil bukan hanya mengurangi risiko kecelakaan, tetapi juga membuat perjalanan terasa lebih menyenangkan.
Jangan Andalkan Kopi Saat Lelah
Dalam sesi diskusi, muncul pertanyaan seputar perjalanan jarak jauh.
Para narasumber sepakat bahwa kantuk tidak bisa diatasi hanya dengan minum kopi.
Solusi terbaik tetap istirahat secara berkala untuk memulihkan kondisi tubuh dan fokus.
Selain itu, kebiasaan berbincang dengan pembonceng juga disorot.
Komunikasi diperbolehkan, namun tetap harus ringan agar tidak mengganggu konsentrasi pengendara terhadap kondisi jalan di depan.
Ubah Berkendara Jadi Momen Menenangkan
Melalui kegiatan ini, peserta diajak mengubah cara pandang terhadap aktivitas berkendara.
Bukan lagi sekadar rutinitas, melainkan momen untuk menjaga kesadaran diri dan ketenangan pikiran.
Dengan fokus yang terjaga dan emosi yang stabil, keselamatan pun bukan lagi sekadar harapan—melainkan kebiasaan.(*)
Editor : Nur Pramudito