RADARSOLO.COM - Toyota Agya masih menjadi salah satu pilihan mobil bekas favorit di Indonesia.
Selain harga yang relatif terjangkau, mobil LCGC ini terkenal irit bahan bakar, mudah dirawat, dan cocok digunakan di area perkotaan.
Namun, sebelum membeli Toyota Agya bekas, ada baiknya calon pembeli mengetahui beberapa penyakit khas yang kerap muncul pada mobil ini.
Dengan memahami masalah tersebut, Anda bisa lebih teliti saat inspeksi kendaraan dan terhindar dari biaya perbaikan besar di kemudian hari.
Berikut beberapa penyakit Toyota Agya bekas yang wajib diketahui sebelum membeli.
1. Getaran Mesin Masuk ke Kabin
Salah satu penyakit yang cukup sering ditemui pada Toyota Agya bekas, khususnya varian mesin 1.0 liter 3 silinder, adalah getaran mesin yang terasa hingga ke dalam kabin.
Karakter mesin 3 silinder memang menghasilkan getaran lebih besar dibanding mesin 4 silinder.
Namun jika getaran terasa berlebihan hingga membuat setir dan dasbor ikut bergetar saat langsam, kemungkinan engine mount sudah mulai rusak.
Kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan karena dapat mengurangi kenyamanan berkendara secara signifikan.
2. Bunyi Kasar pada Kaki-Kaki
Masalah lain yang sering menjadi penyakit Toyota Agya bekas adalah munculnya bunyi “gluduk-gluduk” pada sektor kaki-kaki.
Pemakaian harian di jalan berlubang atau polisi tidur membuat beberapa komponen kaki-kaki lebih cepat aus.
Beberapa bagian yang wajib dicek sebelum membeli mobil bekas Toyota Agya antara lain:
- Rack steer yang mulai oblak
- Shockbreaker bocor atau rembes oli
- Link stabilizer dan bushing yang aus
Biasanya bunyi muncul saat mobil melewati jalan bergelombang atau ketika setir dibelokkan.
3. Kabin Kurang Kedap Suara
Karena masuk kategori mobil murah ramah lingkungan, Toyota Agya memiliki peredaman kabin yang tergolong minim.
Suara angin, ban, hingga percikan hujan cukup mudah terdengar dari dalam kabin. Hal ini menjadi salah satu keluhan umum pengguna Toyota Agya bekas.
Saat membeli, cek apakah pemilik sebelumnya sudah menambahkan peredam kabin tambahan.
Jika belum, Anda mungkin perlu menyiapkan biaya ekstra untuk meningkatkan kenyamanan.
4. Pedal Kopling Terasa Berat
Pada Toyota Agya transmisi manual, penyakit yang sering muncul adalah pedal kopling yang mulai terasa keras setelah usia pemakaian beberapa tahun.
Kondisi ini tentu cukup mengganggu, terutama saat menghadapi kemacetan perkotaan.
Penyebabnya bisa berasal dari kabel kopling yang mulai seret atau komponen clutch cover yang sudah melemah.
Karena itu, pastikan Anda mencoba langsung performa kopling saat test drive sebelum membeli mobil bekas ini.
5. Water Pump Bermasalah
Masalah water pump juga menjadi penyakit yang cukup umum ditemukan pada Toyota Agya bekas keluaran lama.
Biasanya water pump mulai mengalami rembesan atau mengeluarkan suara kasar. Jika dibiarkan terlalu lama, risiko overheat pada mesin bisa terjadi.
Sebelum membeli, cek area sekitar belt mesin. Bila terlihat bercak putih atau merah muda bekas cairan radiator mengering, bisa jadi water pump perlu segera diganti.
6. Interior Mudah Bunyi
Material interior Toyota Agya didominasi plastik keras sehingga cukup rentan menimbulkan bunyi “krik-krik” saat mobil berjalan.
Penyakit ini biasanya muncul karena klip interior mulai longgar atau panel kabin pernah bongkar-pasang.
Meski tidak terlalu mengganggu performa, bunyi pada interior bisa mengurangi kenyamanan berkendara sehari-hari.
Tips Membeli Mobil Bekas Toyota Agya
Agar tidak salah pilih saat membeli Toyota Agya bekas, berikut beberapa hal penting yang wajib diperhatikan:
1. Periksa Riwayat Servis
Pastikan mobil rutin menjalani servis berkala, termasuk penggantian oli mesin dan oli transmisi.
2. Lakukan Test Drive
Coba mobil di jalan bergelombang untuk mendeteksi bunyi kaki-kaki maupun getaran berlebih.
3. Cek Kondisi AC
Pastikan AC masih dingin dan kompresor tidak mengeluarkan suara kasar.
4. Pertimbangkan Varian 1.2 Liter
Jika budget mencukupi, Toyota Agya 1.2L lebih direkomendasikan karena minim getaran dan performanya lebih baik dibanding versi 1.0L.
Toyota Agya bekas tetap menjadi pilihan menarik bagi pembeli mobil pertama maupun kendaraan operasional harian.
Dengan mengetahui berbagai penyakit klasiknya sebelum membeli, Anda bisa melakukan negosiasi harga lebih tepat sekaligus menyiapkan biaya perbaikan agar kondisi mobil tetap prima.
Editor : Nur Pramudito