Waspada Truk Tronton, Ini Strategi Aman Berkendara di Jalur Pantura Pati–Rembang

Nur Pramudito • Dipublikasikan Jumat, 26 Juni 2026 | 09:36 WIB
Waspada Truk Tronton, Ini Strategi Aman Berkendara di Jalur Pantura Pati–Rembang (Honda Jateng)
Waspada Truk Tronton, Ini Strategi Aman Berkendara di Jalur Pantura Pati–Rembang (Honda Jateng)

RADARSOLO.COM - Jalur Pantura yang menghubungkan Pati hingga Rembang dikenal sebagai salah satu jalur logistik tersibuk di Indonesia.

Setiap hari, ribuan truk tronton, kendaraan kontainer, hingga bus antarkota melintas di ruas jalan tersebut.

Di sisi lain, ribuan pengendara sepeda motor juga menggunakan jalur yang sama untuk aktivitas harian maupun perjalanan jarak jauh.

Kondisi ini membuat risiko kecelakaan meningkat apabila pengendara tidak memahami teknik berkendara yang aman di sekitar kendaraan besar.

Karakter jalan Pantura yang relatif lurus namun bergelombang, ditambah hembusan angin laut yang cukup kencang, menjadi tantangan tersendiri bagi pengendara roda dua.

Karena itu, penerapan defensive riding menjadi kunci utama agar perjalanan tetap aman.

Memahami Bahaya Saat Berdekatan dengan Truk Besar

Secara teknis, kecelakaan yang melibatkan sepeda motor dan truk di jalur Pantura umumnya dipicu oleh tiga faktor utama, yakni kurangnya pemahaman pengendara terhadap keterbatasan truk, manuver mendadak, serta gangguan stabilitas motor akibat efek aerodinamika kendaraan besar.

Truk tronton memiliki bobot mencapai puluhan ton. Saat melaju dengan kecepatan sekitar 60 hingga 80 km/jam, kendaraan tersebut membutuhkan jarak pengereman yang jauh lebih panjang dibandingkan kendaraan ringan.

Oleh karena itu, pengendara motor perlu menyadari bahwa truk tidak dapat berhenti secara mendadak.

Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jawa Tengah, Oke Desiyanto, membagikan sejumlah teknik berkendara aman saat berada di sekitar kendaraan berat.

1. Hindari Titik Buta Truk

Pengendara wajib memahami bahwa truk memiliki area blind spot yang cukup luas, terutama di bagian depan, belakang, serta sisi kiri dan kanan kendaraan.

Patokan sederhananya, apabila pengendara tidak dapat melihat wajah sopir melalui kaca spion truk, maka besar kemungkinan sopir juga tidak dapat melihat keberadaan sepeda motor.

Karena itu, segera keluar dari area titik buta dengan menyalip secara aman atau mengurangi kecepatan hingga berada di posisi yang mudah terlihat.

2. Waspadai Efek Turbulensi Angin

Saat melintas di samping truk berukuran besar, pengendara motor akan merasakan perubahan tekanan udara.

Di bagian depan truk, angin dapat mendorong motor ke samping. Sementara di sisi hingga bagian belakang truk, muncul efek hisap yang berpotensi menarik motor mendekati badan kendaraan besar tersebut.

Untuk mengantisipasinya, pegang setang dengan rileks namun tetap mantap.

Jaga posisi tubuh tetap stabil dengan merapatkan lutut ke tangki bagi pengguna motor sport atau merapatkan kaki pada dek motor matik agar keseimbangan lebih terjaga.

3. Terapkan Prosedur Aman Saat Menyalip

Menyalip truk sebaiknya selalu dilakukan dari sisi kanan. Hindari mendahului dari sisi kiri karena merupakan area dengan titik buta terbesar bagi pengemudi truk.

Sebelum menyalip, lakukan beberapa langkah berikut:

4. Sisakan Ruang Aman Saat Berhenti

Ketika menghadapi kemacetan, lampu merah, maupun antrean kendaraan, jangan berhenti terlalu dekat di belakang truk.

Kendaraan berat berpotensi bergerak mundur ketika berpindah gigi atau gagal menanjak. Dengan menjaga jarak aman, pengendara masih memiliki ruang untuk menghindar apabila situasi darurat terjadi.

Oke menegaskan bahwa kewaspadaan menjadi kemampuan terpenting saat melintasi jalur Pantura.

"Di Jalur Pantura Pati–Rembang, keselamatan harus selalu menjadi prioritas. Sepeda motor tidak akan mampu melawan dampak benturan dengan kendaraan berat. Karena itu, kemampuan terpenting bagi pengendara bukanlah melaju cepat, melainkan memiliki kewaspadaan tinggi dan mampu membaca potensi bahaya di sekitar," pesan Oke.

Editor : Nur Pramudito
Sumber : Honda Jateng, Astra Motor Jateng
#cari_aman honda jateng Astra Motor Jateng safety riding