RADARSOLO.COM - Menyebut nama Yamaha RX-King tentu tak lepas dari memori masyarakat terhadap julukan "Raja Jalanan" yang tetap melekat hingga kini.
Sayangnya, produksi motor ini terhenti pada 2008 saat Yamaha Indonesia menghentikan jalur produksinya secara total karena terbentur regulasi ketat batas emisi gas buang (EURO).
Meskipun sudah tidak diproduksi, kenangan dengan motor tersebut tak terlupakan.
Kamu pernah punya yang generasi ke berapa?
1. Generasi Pertama: Yamaha RX100 (Tahun 1977)
Mengawali sejarah dinasti RX, motor ini dibekali mesin 2-tak berkapasitas 100 cc. Output tenaga mencapai 11,5 dk dengan kecepatan maksimal (top speed) 110 km/jam. Keunggulannya terletak pada efisiensi BBM yang mampu menempuh jarak 40 km per liter.
2. Generasi Kedua: Yamaha RX125 (Tahun 1979)
Kapasitas mesin ditingkatkan menjadi 123 cc dengan peningatan tenaga mencapai 13 dk. Generasi ini mengusung sistem transmisi 4-percepatan.
3. Generasi Ketiga: Yamaha RX-K (Tahun 1980)
Merupakan cikal bakal mesin 135 cc dengan lonjakan tenaga hingga 17,5 dk dan top speed menyentuh 150 km/jam. Didatangkan secara utuh (CBU) dari Jepang dengan ciri khas visor/kedok lampu depan. Di Indonesia, RX-K hanya bertahan hingga tahun 1983.
4. Generasi Keempat: Yamaha RX-S (Tahun 1981)
Didatangkan langsung dari Jepang (CBU) dengan kapasitas mesin 115 cc. Bertahan di pasar domestik hingga tahun 1983.
5. Generasi Kelima: Yamaha RX-Special (Tahun 1983)
Merupakan versi pembaruan (upgrade) dari RX-S dengan mempertahankan basis mesin 115 cc yang sama.
6. Generasi Keenam: Yamaha RX-King Cobra (Tahun 1983)
Inilah varian paling diburu dan bernilai tinggi di mata kolektor otomotif saat ini. Nama "Cobra" disematkan akibat bentuk setang dan lekukan tangki bensinnya yang menyerupai leher ular kobra.
-
Mesin: Rakitan Jepang (CBU) kode blok Y1–Y2, berkapasitas 135 cc.
-
Rangka: Rakitan lokal Indonesia.
-
Performa: Tenaga maksimal 18,2 dk dan torsi puncak 15,1 Nm pada 8.000 RPM.
8. Generasi Ketujuh: Yamaha RX-R (Tahun 1988)
Merupakan varian alternatif bernuansa RX-King namun mengusung kubikasi mesin lebih kecil, yaitu 115 cc. Kurang populer di pasaran Indonesia.
9. Generasi Kedelapan: Yamaha RX-King Master (Tahun 1996)
Diproduksi pada rentang tahun 1996 hingga 2001. Perbedaan mendasar dibanding seri Cobra terletak pada blok mesinnya yang sudah diproduksi secara lokal di Indonesia.
10. Generasi Kesembilan: New Yamaha RX-King (Tahun 2002–2008)
Generasi pamungkas yang menyempurnakan perjalanan sejarah RX-King. Guna memenuhi ambang batas regulasi emisi pemerintah, Yamaha menyematkan komponen penekan emisi berupa catalytic converter pada bagian knalpot hingga produksi massalnya resmi dihentikan pada 2008. (wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono