Sepeda Listrik Makin Dilirik, Benarkah Bisa Jadi Pengganti Motor?

Annas Rohmanda Purbaningrum • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 08:01 WIB
Sepeda Listik menjadi Pilihan Baru untuk Mobilitas Sehari-hari. (Gambar: Pinterest)
Sepeda Listik menjadi Pilihan Baru untuk Mobilitas Sehari-hari. (Gambar: Pinterest)

RADARSOLO.COM - Di tengah kebutuhan transportasi yang serba praktis, sepeda listrik mulai menjadi pilihan baru untuk mobilitas sehari-hari. Kendaraan ini tidak hanya menarik perhatian karena desainnya yang semakin beragam, tetapi juga karena biaya penggunaannya relatif ringan dibandingkan kendaraan bermotor berbahan bakar bensin.

Di Indonesia, sejumlah merek seperti Uwinfly, Ofero, Goda, dan Exotic menawarkan sepeda listrik dengan harga yang cukup beragam. Beberapa model bahkan bisa ditemukan di kisaran Rp3 jutaan hingga Rp7 jutaan, membuat kendaraan ini lebih mudah dijangkau masyarakat yang membutuhkan transportasi untuk jarak dekat.

Penggunaannya pun cukup sederhana. Sepeda listrik dapat diisi ulang menggunakan listrik rumah dan tidak membutuhkan bahan bakar seperti motor konvensional. Perawatannya juga relatif lebih sederhana karena tidak memiliki mesin pembakaran yang membutuhkan penggantian oli, busi, atau servis sistem injeksi.

Baca Juga: Mobil Listrik Murah Wuling: Aira EV atau Air EV, Mana yang Lebih Cocok untuk City Car Masa Kini?

Dari sisi pengeluaran harian, hal tersebut menjadi salah satu daya tarik utama. Pengguna cukup mengisi ulang baterai ketika daya mulai habis sehingga tidak perlu rutin membeli bensin. Akan tetapi, biaya sebenarnya tetap bergantung pada kapasitas baterai, tarif listrik, kondisi baterai, serta jarak yang ditempuh.

Meski terlihat praktis, sepeda listrik bukan berarti bisa digunakan sebebas motor. Pengguna perlu memperhatikan aturan yang berlaku. Berdasarkan Permenhub Nomor 45 Tahun 2020, sepeda listrik memiliki batas kecepatan maksimal 25 km/jam serta wajib memenuhi sejumlah persyaratan keselamatan, seperti lampu, reflektor, rem, dan bel.

Kendaraan tersebut juga dapat digunakan pada lajur khusus atau kawasan tertentu, seperti kawasan permukiman, kawasan wisata, area perkantoran, dan lokasi lain yang ditetapkan sesuai aturan. Karena itu, sepeda listrik tidak bisa begitu saja diperlakukan seperti sepeda motor dan digunakan di seluruh ruas jalan umum.

Baca Juga: Wuling Aira EV Mobil Listrik Murah Harga Rp155 Juta, Punya Fast Charging dan Fitur Keselamatan Lengkap

Keterbatasan lainnya terletak pada daya jelajah dan kecepatan. Untuk perjalanan jarak dekat, sepeda listrik mungkin sudah lebih dari cukup. Sementara itu, untuk perjalanan antarkota atau melewati jalan dengan arus kendaraan yang padat, kendaraan ini jelas tidak sefleksibel motor bensin.

Justru di sinilah sepeda listrik memiliki posisi yang cukup menarik. Kendaraan ini lebih cocok digunakan untuk kebutuhan mobilitas jarak dekat, seperti pergi ke minimarket, mengantar anak, menuju tempat kerja yang tidak terlalu jauh, atau beraktivitas di sekitar lingkungan tempat tinggal.

Sepeda listrik juga memiliki kelebihan yang tidak dimiliki motor listrik murni. Pada model yang masih memiliki pedal, pengguna tetap dapat mengayuh kendaraan ketika baterai habis. Artinya, sepeda listrik masih bisa digunakan secara manual dalam kondisi tertentu.

Baca Juga: Rp 155 Juta Sudah Dapat Mobil Listrik? Wuling Aira ev Siap Guncang Pasar Indonesia

Sayangnya, ketergantungan terhadap listrik tetap menjadi salah satu hal yang perlu dipikirkan. Ketika terjadi pemadaman listrik, pengguna tidak bisa melakukan pengisian daya selama listrik masih mati. Oleh karena itu, memiliki sepeda listrik bukan berarti sepenuhnya terbebas dari persoalan energi.

Meski begitu, kebutuhan daya sepeda listrik relatif kecil dibandingkan kendaraan listrik berukuran lebih besar. Pengguna juga dapat mengatur waktu pengisian ketika listrik kembali menyala. Untuk pemakaian jarak dekat, satu kali pengisian bahkan bisa cukup untuk beberapa kali perjalanan, tergantung kapasitas baterai dan pola penggunaan.

Munculnya sepeda listrik juga menunjukkan perubahan cara masyarakat melihat kendaraan pribadi. Jika sebelumnya kendaraan identik dengan motor atau mobil, kini pilihan transportasi semakin beragam. Sepeda listrik menawarkan jalan tengah bagi mereka yang membutuhkan kendaraan praktis tetapi tidak ingin mengeluarkan biaya operasional sebesar kendaraan bermotor konvensional.

Menyebut sepeda listrik sebagai pengganti motor secara penuh rasanya masih terlalu jauh. Kendaraan ini lebih tepat disebut sebagai alternatif untuk kebutuhan mobilitas jarak dekat. Selama digunakan sesuai fungsi dan aturan, sepeda listrik bisa menjadi pilihan yang ekonomis, praktis, dan cukup masuk akal untuk aktivitas sehari-hari.

Jadi, apakah sepeda listrik bisa menggantikan motor? Jawabannya tergantung kebutuhan. Kalau hanya untuk pergi ke tempat-tempat yang dekat, mungkin iya tetapi kalau harus menempuh perjalanan jauh setiap hari, motor masih menawarkan fleksibilitas yang lebih besar.

 

Editor : Kabun Triyatno
baterai kendaraan sepeda listrik motor pengganti