Siap Banjiri Jalanan? Segini Target Produksi Motor Listrik Nasional Tahun 2026

Nur Pramudito • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:20 WIB
Motor listrik Alva. Foto: ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan
Motor listrik Alva. Foto: ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan

RADARSOLO.COM - Program Motor Listrik Nasional mulai memasuki tahap produksi dengan target mencapai 75 ribu unit sepanjang 2026.

Program yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto ini tidak hanya berfokus pada pembuatan kendaraan, tetapi juga diarahkan untuk membangun ekosistem industri motor listrik di Indonesia.

Saat peresmian, pemerintah tidak meluncurkan satu merek motor listrik secara khusus.

Sejumlah produk buatan dalam negeri turut ditampilkan, di antaranya Alva dan Gesits.

Baca Juga: Berapa Harga Cakra NX1? Motor Listrik Nasional yang Digadang-gadang Bisa Dibeli dengan DP 0 Persen

Selain itu, terdapat Cakra NX1 yang menjadi perhatian karena memiliki desain yang sangat mirip dengan Alva N3.

Mengutip informasi dari Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Program Motor Listrik Nasional mencakup berbagai sektor pendukung.

Ekosistem tersebut meliputi industri kendaraan, produksi baterai, pembiayaan, distribusi, layanan purnajual, fasilitas pengisian daya, battery swapping, hingga strategi untuk memperluas pasar.

Dalam pelaksanaannya, PT Len Industri ditunjuk sebagai Lead Integrator.

Perusahaan tersebut bertugas mengoordinasikan berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan ekosistem motor listrik nasional sebagai bagian dari Holding Defend ID.

Pemerintah menetapkan kapasitas produksi motor listrik nasional hingga 100 ribu unit per tahun.

Sementara itu, tingkat penggunaan komponen dalam negeri atau TKDN ditargetkan dapat mencapai 60 persen.

Untuk tahun 2026, jumlah motor listrik yang diproduksi ditargetkan sebanyak 75 ribu unit.

Angka tersebut diharapkan terus bertambah seiring dengan pertumbuhan permintaan kendaraan listrik di dalam negeri.

Bahkan, permintaan motor listrik diproyeksikan meningkat tajam pada 2028.

Pemerintah memperkirakan kebutuhan pasar bisa mencapai sekitar 1,5 juta unit pada tahun tersebut.

Dengan kapasitas produksi hingga 100 ribu unit per tahun, Program Motor Listrik Nasional juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang besar.

Bakom menyebut program ini berpotensi menghasilkan dampak ekonomi hingga Rp150 triliun sekaligus membuka sekitar 215 ribu lapangan kerja.

Penggunaan motor listrik dalam jumlah besar juga diharapkan dapat menekan konsumsi BBM bersubsidi.

Selain itu, program tersebut diperkirakan mampu meningkatkan keseimbangan neraca perdagangan energi hingga Rp82,2 triliun.

Dalam kesempatan peresmian, Presiden Prabowo turut menyinggung kemudahan masyarakat untuk memiliki motor listrik nasional.

Pemerintah disebut akan menyiapkan skema pembelian tanpa uang muka serta cicilan yang lebih ringan.

Prabowo juga menekankan keuntungan penggunaan motor listrik dibandingkan kendaraan bermesin bensin.

Menurutnya, penggunaan motor listrik dapat membuat biaya mobilitas masyarakat jauh lebih hemat.

"Jadi nanti kalau masih ada yang pakai motor bensin yah rasain sendiri. Tadi kita hitung memakai motor listrik dibandingkan motor bensin penghematannya minimal 50 persen, pengeluaran kalian untuk sehari-hari bergerak minimal 50 persen. Bahkan bisa sampai 70 persen di ujungnya," ujar Prabowo.

Dengan target 75 ribu unit pada 2026, Motor Listrik Nasional diharapkan menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memperkuat industri kendaraan listrik dalam negeri.

Kehadiran Cakra NX1 bersama sejumlah produk lokal lainnya menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kendaraan listrik yang lebih terintegrasi.

Editor : Nur Pramudito
Cakra NX1 produksi motor listrik program motor listrik nasional Motor Listrik prabowo subianto