RADARSOLO.COM - Pajak tahunan sepeda motor menjadi salah satu biaya yang perlu diperhitungkan pemilik kendaraan.
Pada Tahun 2026, terdapat perbedaan besaran Pajak antara Yamaha Aerox dan Honda Vario EVO 160.
Berdasarkan perhitungan menggunakan Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB), Pajak Honda Vario EVO 160 tercatat lebih murah dibandingkan Yamaha Aerox.
Mengacu pada lampiran Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 11 Tahun 2026 tentang Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), dan Pajak Alat Berat, NJKB Yamaha Aerox ditetapkan sebesar Rp19,3 juta.
Sementara itu, NJKB Honda Vario EVO 160 berada di angka Rp17 juta. Perbedaan nilai tersebut membuat besaran PKB kedua motor juga tidak sama.
Perbandingan Pajak Honda Vario EVO 160 dan Yamaha Aerox Tahun 2026
Dengan menggunakan tarif PKB Jakarta sebesar 2 persen untuk kendaraan pertama dan bobot kendaraan 1,0, berikut gambaran perhitungan Pajak Honda Vario EVO 160 dan Yamaha Aerox.
Pajak Honda Vario EVO 160
- NJKB: Rp17 juta
- Dasar Pengenaan PKB: NJKB × bobot 1,0 = Rp17 juta
- PKB: Rp17 juta × 2% = Rp340 ribu
- SWDKLLJ: Rp35 ribu
- Total Pajak tahunan: Rp340 ribu + Rp35 ribu = Rp375 ribu
Pajak Yamaha Aerox
- NJKB: Rp19,3 juta
- Dasar Pengenaan PKB: NJKB × bobot 1,0 = Rp19,3 juta
- PKB pokok: Rp19,3 juta × 2% = Rp386 ribu
- SWDKLLJ: Rp35 ribu
- Total Pajak tahunan: Rp386 ribu + Rp35 ribu = Rp421 ribu
Dari perhitungan tersebut, Pajak Yamaha Aerox lebih tinggi sekitar Rp46 ribu per tahun dibandingkan Honda Vario EVO 160.
Namun, angka tersebut merupakan simulasi untuk kendaraan pertama yang terdaftar di wilayah Jakarta.
Besaran Pajak kendaraan dapat berbeda apabila motor terdaftar di provinsi lain.
Perbedaan tersebut dapat dipengaruhi tarif PKB daerah serta penerapan opsen PKB.
Performa Yamaha Aerox dan Honda Vario EVO 160
Selain membandingkan Pajak Tahun 2026, kedua skutik ini juga memiliki karakter mesin yang berbeda.
Honda Vario EVO 160 menggunakan mesin 160 cc 4 katup eSP+ dengan sistem pendingin cairan.
Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga maksimum 11,3 kW atau sekitar 15 dk pada 8.500 rpm.
Adapun torsi puncaknya mencapai 14,0 Nm pada 6.500 rpm.
Sementara itu, Yamaha Aerox Alpha mengandalkan mesin berkapasitas 155 cc.
Tenaga maksimal yang dihasilkan mencapai 11,3 kW atau 15 dk pada 8.000 rpm, sedangkan torsi puncaknya mencapai 14,2 Nm pada 6.500 rpm.
Dari sisi teknologi mesin, Yamaha Aerox Alpha memiliki keunggulan dengan penggunaan Variable Valve Actuation (VVA).
Yamaha juga menawarkan varian yang sudah menggunakan CVT elektrik atau YECVT serta fitur yang dikenal sebagai teknologi "turbo".
Dengan demikian, meski Pajak Honda Vario EVO 160 lebih murah dibandingkan Yamaha Aerox pada Tahun 2026 dalam simulasi kendaraan pertama di Jakarta, keduanya menawarkan karakter dan teknologi yang berbeda untuk konsumen.
Editor : Nur Pramudito