RADARSOLO.COM - Pasar mobil bekas jenis hatchback dan city car di Indonesia masih didominasi oleh salah satu nama populer, Honda Brio.
Kendaraan mungil besutan pabrikan Jepang ini terus bertahan sebagai pilihan utama, khususnya bagi kalangan anak muda, mahasiswa, hingga pekerja pemula (first-time buyer).
Desain yang terbilang timeless dan sporty, ukuran bodi yang lincah menembus kemacetan perkotaan, serta konsumsi bahan bakar yang tergolong hemat menjadi daya tarik utamanya.
Baca Juga: Mazda Perkenalkan Pembaruan Portofolio di Solo Lewat The All-New Mazda CX-5
Memasuki tahun 2026, unit Honda Brio bekas keluaran tahun 2016 hingga 2020 menjadi kisaran rakitan yang paling diburu karena menawarkan keseimbangan antara usia kendaraan yang relatif belum terlalu tua dan rentang harga yang kian rasional.
Lantas, berapa kisaran pasaran harga Honda Brio bekas untuk rakitan 2016–2020 saat ini?
Kisaran Pasaran Harga Honda Brio Bekas 2016–2020
Berdasarkan pantauan listing di berbagai platform jual-beli mobil bekas tanah air, rentang harga Honda Brio dipengaruhi oleh varian (Satya atau RS), jenis transmisi (Manual atau CVT), kondisi fisik mesin, serta odometer.
Baca Juga: Harga Honda BeAT Street vs BeAT Terbaru 2026: Selisih Rp871 Ribu, Apa Bedanya?
Berikut estimasi pasaran harga Honda Brio bekas berdasarkan tahun produksi:
| Tahun Produksi | Generasi / Model | Kisaran Harga Bekas |
| 2016 | Brio Satya & RS (Facelift Gen 1) | Rp90 juta – Rp115 juta |
| 2017 | Brio Satya & RS (Gen 1) | Rp100 juta – Rp125 juta |
| 2018 | Brio Satya & RS (Awal Gen 2 / All New) | Rp115 juta – Rp135 juta |
| 2019 | All New Brio Satya & RS (Gen 2) | Rp125 juta – Rp150 juta |
| 2020 | All New Brio Satya & RS (Gen 2) | Rp135 juta – Rp160 juta |
Catatan: Kisaran harga di atas merupakan estimasi pasaran awal. Nilai transaksi final sangat bergantung pada riwayat pemakaian, kelengkapan dokumen (STNK/BPKB), status pajak, dan lokasi penjual.
Alasan Honda Brio Bekas Selalu Jadi Favorit Anak Muda
Popularitas Honda Brio di pasar kendaraan bekas bukan tanpa alasan.
Ada sejumlah keunggulan teknis dan fungsional yang membuatnya tetap diminati ketimbang kompetitor di kelasnya:
1. Mesin Lincah dan Bertenaga
Honda Brio dibekali mesin 1.2L i-VTEC 4-silinder berkapasitas 1.199 cc yang mampu menyemburkan tenaga hingga 90 PS pada 6.000 RPM dan torsi puncak 110 Nm pada 4.800 RPM.
Di kelas city car dan LCGC, output tenaga ini merupakan salah satu yang terbesar, memberikan respons akselerasi yang cekatan untuk penggunaan harian.
2. Transmisi Earth Dreams CVT yang Halus
Penggunaan teknologi transmisi Earth Dreams CVT pada versi otomatis memberikan perpindahan gigi yang sangat halus tanpa hentakan (seamless), sekaligus menyokong efisiensi bahan bakar yang optimal saat melaju di rute dalam maupun luar kota.
3. Tampilan Sporty dan Mudah Dimodifikasi
Bagi anak muda, tampilan kendaraan adalah poin penting. Baik generasi pertama versi facelift (2016–2018) maupun generasi kedua All New Brio (2018 ke atas) memiliki garis desain yang dinamis.
Ketersediaan suku cadang aftermarket yang melimpah juga memudahkan pemiliknya untuk melakukan modifikasi tipis-tipis pada area pelek, suspensi, maupun aksesori eksterior.
4. Nilai Jual Kembali (Resale Value) Stabil
Daya serap pasar yang tinggi membuat harga jual kembali Brio relatif bertahan. Konsumen tidak terlalu khawatir mengalami penurunan harga (depresiasi) yang drastis jika berniat menjualnya kembali dalam beberapa tahun mendatang.
Tips Membeli Honda Brio Bekas
Sebelum memutuskan untuk melakukan transaksi, pastikan calon pembeli memperhatikan beberapa hal penting:
- Periksa Transmisi CVT: Lakukan test drive untuk memastikan transmisi CVT bekerja normal tanpa jedug atau terasa selip saat pedal gas diinjak.
- Cek Kaki-kaki Depan: Karena berkonfigurasi penggerak roda depan (FWD), cermati kondisi rack steer, bushing, dan cv joint agar bebas dari suara asing saat berbelok.
- Bebas Banjir dan Tabrakan: Periksa kerapian celah bodi dan area kolong interior di bawah karpet untuk memastikan mobil tidak pernah terendam banjir atau mengalami benturan struktur utama.
Editor : Syahaamah Fikria