RADARSOLO.COM - Filter udara menjadi salah satu komponen penting pada motor karena bertugas menyaring udara sebelum masuk ke ruang pembakaran.
Udara yang telah melewati filter kemudian bercampur dengan bahan bakar untuk menghasilkan pembakaran di dalam mesin.
Ketika filter udara sudah terlalu kotor, aliran udara menuju ruang bakar dapat terhambat. Kondisi tersebut bisa memengaruhi proses pembakaran sekaligus membuat performa motor menurun.
Lantas, kapan ganti filter udara motor yang paling tepat? Apa saja efek yang muncul jika komponen tersebut dibiarkan terlalu lama?
Kapan Ganti Filter Udara Motor?
Pemilik bengkel AMS Garage, Aan Purnomo Saputra, mengatakan filter udara motor sebaiknya diganti secara berkala dengan mempertimbangkan jarak tempuh dan kondisi pemakaian.
Menurut Aan, baik motor matik maupun motor bebek umumnya membutuhkan penggantian filter udara setelah menempuh jarak sekitar 10.000 kilometer.
“Filter udara, mau matik atau bebek, rata-rata 10.000 km sudah kotor dan perlu diganti,” ujar Aan.
Meski demikian, kondisi filter juga dapat lebih cepat kotor apabila motor sering digunakan di lingkungan berdebu. Karena itu, pemilik motor sebaiknya tidak hanya berpatokan pada angka kilometer, tetapi juga memperhatikan kondisi fisik filter saat melakukan servis.
Efek Filter Udara Motor Kotor
Filter udara yang sudah penuh dengan kotoran dapat menghambat aliran udara menuju ruang pembakaran. Jika kondisi tersebut dibiarkan, salah satu efek yang paling mudah dirasakan adalah konsumsi bahan bakar yang menjadi lebih boros.
Aan menjelaskan, mesin membutuhkan campuran udara dan bensin dalam jumlah yang sesuai agar proses pembakaran dapat berlangsung optimal.
“Motor jadi boros karena filternya mampet. Pembakaran di ruang bakar itu butuh campuran bensin dan udara. Kalau filter kotor, suplai udara kurang,” jelasnya.
Kurangnya pasokan udara dapat membuat proses pembakaran tidak berlangsung sempurna. Akibatnya, konsumsi bahan bakar meningkat dan ruang bakar juga lebih cepat mengalami penumpukan kotoran.
“Bensin jadi boros dan ruang bakar juga kotornya lebih cepat karena pembakarannya kurang sempurna,” lanjut Aan.
Dengan demikian, efek filter udara motor yang kotor bukan hanya berkaitan dengan konsumsi bensin. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut juga dapat berdampak pada kebersihan ruang bakar dan kinerja mesin.
Filter Udara Standar atau Aftermarket?
Selain mengetahui kapan ganti filter udara motor, pemilik kendaraan juga perlu mempertimbangkan jenis filter yang digunakan.
Saat ini tersedia berbagai filter udara aftermarket yang menawarkan aliran udara lebih besar dibandingkan filter bawaan pabrik. Namun, Aan menyarankan pemilik motor dengan kondisi mesin standar tetap menggunakan filter udara standar.
“Kalau motor standar, saya lebih rekomendasi filter standar. Karena filter aftermarket itu kan fisiknya lebih renggang, klaimnya aliran udara lebih banyak yang masuk,” tuturnya.
Menurut Aan, aliran udara yang lebih besar memang dapat menjadi keuntungan dari filter aftermarket. Namun, konsekuensinya adalah kemampuan penyaringan debu bisa berbeda karena pori-porinya lebih renggang.
“Cuma jadinya proses penyaringannya kurang maksimal karena fokusnya di performa,” katanya.
Filter udara standar bawaan pabrik umumnya memiliki tingkat kerapatan yang lebih tinggi sehingga mampu menyaring partikel debu berukuran sangat kecil.
Sebagai gambaran, kerapatan filter standar disebut berada di bawah lima mikron. Sementara itu, filter aftermarket tertentu memiliki porositas yang lebih besar, sekitar 40 mikron.
“Jadi debu berukuran di bawah 40 mikron bisa ikut masuk,” ujar Aan.
Filter Aftermarket Lebih Cocok untuk Motor Modifikasi
Penggunaan filter aftermarket sebenarnya tidak selalu buruk. Komponen tersebut dapat menjadi pilihan bagi motor yang sudah mengalami modifikasi dan membutuhkan suplai udara lebih besar.
“Kalau mesin sudah diubah (modifikasi), itu baiknya memang pakai aftermarket karena butuh suplai udara lebih banyak,” ucapnya.
Sementara untuk motor dengan mesin yang masih standar, penggunaan filter bawaan pabrik dinilai lebih sesuai karena memberikan keseimbangan antara kebutuhan aliran udara dan kemampuan menyaring kotoran.
Jadi, kapan ganti filter udara motor? Secara umum, penggantian dapat dilakukan sekitar setiap 10.000 kilometer, tetapi kondisi filter tetap perlu diperiksa secara berkala. Jangan menunggu motor terasa bermasalah untuk mengganti filter udara yang sudah kotor.
Dengan filter udara yang bersih, suplai udara ke mesin dapat tetap terjaga sehingga proses pembakaran berjalan lebih optimal dan konsumsi bahan bakar tidak terganggu akibat filter yang mampet.
Editor : Nur Pramudito