RADARSOLO.COM - Calon Penerus BYD Atto 1 mulai menunjukkan wujudnya menjelang debut resmi di pasar China.
Model yang diyakini sebagai generasi baru BYD Seagull tersebut membawa sejumlah perubahan signifikan, mulai dari dimensi, performa, hingga teknologi pengisian baterai.
Di Indonesia, BYD Seagull dikenal dengan nama BYD Atto 1. Karena itu, kemunculan Seagull generasi terbaru tersebut membuka kemungkinan model ini nantinya menjadi penerus BYD Atto 1 di pasar Indonesia.
Meski demikian, BYD belum memberikan konfirmasi mengenai rencana membawa model tersebut ke Indonesia, termasuk apakah tetap menggunakan nama Atto 1 atau memakai nama berbeda.
Di China, Seagull generasi terbaru juga mulai disebut sebagai Great Seagull. Penyebutan tersebut berkaitan dengan dimensinya yang lebih besar dibandingkan model sebelumnya.
Sementara di sejumlah pasar internasional, mobil listrik ini dikenal dengan nama Dolphin Mini maupun Dolphin Surf.
Calon Penerus BYD Atto 1 Bisa Pakai Flash Charging
Informasi terbaru mengenai generasi baru BYD Atto 1 tersebut terungkap melalui sejumlah dokumen regulasi China, sketsa interior, serta foto mata-mata kendaraan.
Dikutip dari Carnewschina, Sabtu (26/9/2026), salah satu foto terbaru memperlihatkan Seagull generasi kedua berada di depan mockup stasiun Flash Charging milik BYD.
Kemunculan mobil tersebut di dekat fasilitas pengisian cepat itu memunculkan dugaan bahwa calon penerus BYD Atto 1 akan mendapatkan teknologi pengisian terbaru BYD.
Teknologi Flash Charging tersebut diklaim mampu mengisi baterai dari 10 persen hingga 70 persen hanya dalam waktu sekitar 5 menit.
Bahkan, pengisian daya dari 10 persen hingga 97 persen disebut hanya membutuhkan waktu sekitar 9 menit.
Kemampuan tersebut menjadi salah satu perubahan paling menarik yang mungkin dibawa oleh generasi baru BYD Atto 1 jika benar nantinya dipasarkan di Indonesia.
Teknologi pengisian cepat itu juga diklaim tetap bekerja dengan baik pada kondisi suhu ekstrem. Pada temperatur minus 30 derajat Celsius, waktu pengisian hanya bertambah sekitar tiga menit dibandingkan kondisi normal.
BYD sebelumnya memperkenalkan teknologi Flash Charging bersamaan dengan Blade Battery generasi kedua. Sistem tersebut menggunakan charger yang mampu menghasilkan output hingga 1.500 kW melalui satu konektor.
Namun, belum dapat dipastikan apakah teknologi tersebut akan tersedia pada seluruh varian Seagull generasi kedua.
Sejumlah sumber di China memperkirakan Flash Charging kemungkinan hanya diberikan pada varian dengan trim tertinggi. Versi tersebut juga berpotensi menggunakan baterai dengan kapasitas lebih besar.
Baterai Generasi Baru Mencapai 39,2 kWh
Selain sistem pengisian, calon penerus BYD Atto 1 diperkirakan mendapatkan dua pilihan baterai LFP.
Kapasitas yang disiapkan disebut mencapai 30 kWh dan 39,2 kWh. Berdasarkan standar pengujian CLTC, masing-masing baterai menawarkan jarak tempuh hingga 320 km dan 420 km.
Jika menggunakan standar WLTP, jarak tempuhnya berada di angka sekitar 259 km untuk baterai 30 kWh dan 340 km untuk baterai 39,2 kWh.
Belum ada kepastian apakah kedua baterai tersebut akan menggunakan sel LFP Blade Battery 2.0 yang mendukung teknologi Flash Charging.
Apabila fitur pengisian ultra cepat hanya tersedia pada varian tertinggi dengan baterai 39,2 kWh, kemampuan pengisian rata-rata dari 10 persen ke 70 persen diperkirakan berada di kisaran 282 kW.
Angka tersebut setara dengan tingkat pengisian 7C, atau sekitar tujuh kali kapasitas baterainya.
Pada fase awal pengisian, daya yang masuk bahkan diperkirakan bisa menembus 300 kW. Setelah tingkat baterai meningkat dan temperatur baterai berubah, daya pengisian kemudian akan mengalami penurunan.
Ukuran Lebih Besar dari Model Lama
Perubahan pada generasi baru BYD Atto 1 tidak hanya terjadi pada teknologi baterai.
Seagull terbaru juga mempunyai dimensi yang jauh lebih besar dibandingkan model sebelumnya.
Mobil tersebut memiliki panjang 4.205 mm, lebar 1.810 mm, tinggi 1.570 mm, serta jarak sumbu roda 2.650 mm.
Sebagai pembanding, Seagull generasi sebelumnya mempunyai panjang 3.780 mm dengan wheelbase 2.500 mm.
Artinya, panjang bodi bertambah sekitar 425 mm, sedangkan jarak sumbu roda melar hingga 150 mm.
Dengan perubahan tersebut, calon penerus BYD Atto 1 tidak lagi sepenuhnya berkarakter sebagai mobil listrik mungil untuk kebutuhan perkotaan. Ukurannya kini lebih mendekati hatchback berukuran besar.
Tenaga Naik, Bisa Melaju 150 Km/Jam
Peningkatan juga terjadi pada sektor performa.
Generasi baru Seagull dibekali motor listrik tunggal yang ditempatkan di bagian depan. Motor tersebut mampu menghasilkan tenaga hingga 95 kW atau sekitar 127 hp.
Jika dibandingkan dengan Seagull generasi sebelumnya di China, output tersebut naik sekitar 40 kW atau 54 hp dari varian tertingginya.
Kecepatan maksimum kendaraan juga meningkat hingga 150 km/jam.
Tidak hanya itu, unit yang tertangkap kamera juga terlihat membawa sensor LiDAR di bagian atap.
Penggunaan perangkat tersebut mengarah pada dugaan bahwa mobil ini akan mengadopsi sistem bantuan berkendara DiPilot 300 milik BYD. Di pasar China, teknologi tersebut juga dikenal sebagai God's Eye B.
Pada model Seagull saat ini, sistem berbasis LiDAR tersebut sudah tersedia sebagai opsi dengan tambahan harga sekitar 12.000 yuan atau sekitar Rp3 juta.
Apakah Benar Menjadi Penerus BYD Atto 1 di Indonesia?
Meski berbagai informasi mengenai calon penerus BYD Atto 1 mulai bermunculan, belum ada kepastian bahwa model tersebut akan langsung menggantikan Atto 1 di Indonesia.
BYD juga belum mengumumkan nama, spesifikasi, maupun jadwal peluncuran model tersebut untuk pasar Indonesia.
Namun, peluang tersebut cukup terbuka karena Seagull yang saat ini dijual di Indonesia memang menggunakan nama BYD Atto 1.
Jika nantinya dipasarkan di Tanah Air, generasi baru ini berpotensi membawa peningkatan besar, terutama dari sisi performa, dimensi, teknologi keselamatan, serta kemampuan pengisian baterai.
Teknologi Flash Charging juga bisa menjadi salah satu pembeda utama. Jika benar diterapkan, waktu pengisian baterainya akan jauh lebih singkat dibandingkan BYD Atto 1 yang sekarang tersedia di Indonesia.
Sebagai informasi, BYD Atto 1 saat ini menggunakan Blade Battery dalam dua pilihan kapasitas. Varian Dynamic memakai baterai 30,08 kWh dengan jarak tempuh hingga 300 km.
Sementara varian Premium menggunakan baterai 38,88 kWh dengan jarak tempuh mencapai 380 km.
Untuk pengisian, Atto 1 di Indonesia sudah mendukung fast charging DC CCS2. Sistem tersebut mampu mengisi baterai dari 30 persen hingga 80 persen dalam waktu sekitar 30 menit.
Jika teknologi Flash Charging benar-benar hadir pada calon penerus BYD Atto 1, kemampuan pengisian tersebut akan menjadi salah satu lompatan teknologi terbesar dibandingkan model yang saat ini dijual di Indonesia.
Sumber : Carnewschina.com