Untuk itu, Tim Pengabdi dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Pariwisata dan Budaya (Puspari) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) membidik para perajin Batik Anisa untuk kegiatan program kemitraan masyarakat (PKM). Tim diketuai Rara Sugiarti, dengan anggota Margana dan dibantu pembantu pengabdi Nanang Setiyoko.
”Kegiatan PKM ini didasarkan atas potensi SDM perajin yang menjanjikan untuk mengembangkan batik khas daerah. Serta peluang yang seharusnya bisa ditangkap oleh mitra yakni pembuatan cenderamata khas yang unik dan ikonik berbasis batik Pithecanthropus Erectus atau batik PE,” tulis rilis yang diterima Jawa Pos Radar Solo, Rabu (11/12).
Pengembangan batik PE sekaligus dapat berperan sebagai tourism souvenir untuk mendukung pengembangan pariwisata daerah. Namun demikian, terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi oleh perajin.
Yakni, terbatasnya kreativitas dan inovasi untuk membuat desain dan motif baru dari batik PE yang unik dan ikonik. Terbatasnya ragam motif dan desain batik yang inovatif, yang hingga saat ini belum pernah dipikirkan oleh para stakeholder batik. Termasuk para desainer maupun produsen batik di Kabupaten Ngawi.
Terbatasnya variasi warna batik yang dihasilkan. Khususnya dalam hal mengombinasikan atau memadukan warna dalam satu kesatuan produk batik. Terbatasnya jejaring pasar atau market network dan media promosi bagi produk batik yang dihasilkan.
”Pengetahuan mitra perajin tentang pariwisata pun masih kurang. Khususnya dalam menangkap peluang melalui eksplorasi cenderamata wisata yang khas berupa seni kerajinan batik lokal yang unik dan ikonik. Dan, terbatasnya alat dan bahan yang relevan untuk menginisiasi pengembangan batik PE sebagai desain inovatif yang berpotensi menjadi produk batik Kabupaten Ngawi,” tulis dalam rilis.
Berdasarkan permasalahan tersebut, maka program kemitraan masyarakat ini bertujuan mencari solusi atas permasalahan tersebut. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan untuk membuat desain batik yang unik dan ikonik. Mendiversifikasi ragam motif, menambah variasi warna, membuat website untuk memperluas jejaring pasar, memberikan pemahaman mengenai pariwisata dan peluang pengembangan cenderamata khas. Serta memberikan bantuan alat untuk meningkatkan produktivitas mitra, yakni perajin Batik Anisa. (rls/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra