Itu dituturkan Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo di sela-sela peresmian gedung SMPN 3 Kota Solo yang baru di kawasan Karangasem, Laweyan, Jumat (31/1).
Wali kota menilai, cikal bakal SKO yang dibentuk di SMPN 1 berhasil. Salah satu indikasinya adalah prestasi olahraga yang diukir siswa kelas khusus olahraga (KKO) SMPN 1 terus meningkat.
“Kalau di SMPN 1 itu hanya KKO, kita ingin membuat SKO. Agar siswa-siswa yang memiliki bakat olahraga lebih berkembang,” jelasnya.
Untuk tahun ini, bangunan SMPN 3 di Timuran digunakan kegiatan belajar mengajar (KBM) sementara murid SMPN 18 selama bangunan SMPN 18 di Kadipiro, Banjarsari direnovasi. “Biar selesai dulu pembangunannya (SMPN 18), setelah itu kita siap-siap membuka SKO,” kata Rudy.
Kepala Dinas Pendidikan Surakarta Etty Retnowati bersyukur atas peresmian bangunan SMPN 3 Kota Solo di Karangasem. Untuk sementara, siswa sekolah setempat masih terbagi menjadi dua zona. Etty menyebut tahun pelajaran baru 2020 SMPN 3 masuk zona Laweyan.
“Sekarang tinggal kelas 8 dan 9 yang ikut zonasi lama (Banjarsari). Setahun ke depan masih kita fasilitasi antar jemput gratis,” ucapnya. Pembangunan SMPN 3 dimaksudkan untuk pemerataan sekolah di Kota Surakarta. Mengingat sebelumnya kawasan Laweyan, khususnya di sisi barat tidak memiliki SMP negeri. (irw/wa) Editor : Perdana Bayu Saputra