"Kalau saya tetap Desember (mulai masuk sekolah, red). Wis ben aman sisan (Biar aman sekalian, Red). Tanggung," papar Rudy.
Rudi khawatir, jika pemkot nekat membuka sekolah pada Juli akan berakibat fatal. Dengan demikian, pembelajaran daring sekolah masih akan diterapkan beberapa bulan ke depan.
Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta Etty Retnowati. Menurut dia, karena Solo masih berada di zona merah, sehingga mustahil membuka sekolah dalam waktu dekat.
"Pembelajaran daring setidaknya satu semester ke depan, mengingat Surakarta belum zona hijau. Sesuai arahan mendikbud, kalau sudah zona hijau baru bisa membuka pembelajaran tatap muka," terangnya.
Namun demikian, lanjut Etty, sekolah tetap diminta mempersiapkan diri untuk KBM tatap muka. Baik dari segi sarpras kenormalan baru maupun kesiapan guru dan siswa. Sehingga begitu siswa masuk, sekolah sudah siap. Termasuk kurikulum pembelajaran kenormalan baru yang akan diterapkan. Apalagi maksima hanya 18 siswa dalam satu kelas.
"Rencananya akan dilakukan penyemprotan sekolah secara berkala. Yang penting persiapan sarpras, protokol kesehatan, dan bapak ibu guru untuk KBM daringnya," terangnya. (rgl/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra