Acara dibuka Pengawas SMK Cabang Dinas VIII Provinsi Jawa Tengah Pangarso Yuliatmoko. Dia mengapresiasi semangat guru SMKN 4 Sukoharjo dalam melaksanakan seminar PTK dan penelitian tindakan studi kasus (PTS) dengan judul bervariasi.
“Kreasi dan inovasi pembelajaran jangan pernah berhenti. Saat guru mengajar, jangan sampai peserta didik dipaksa belajar mengikuti cara guru,” katanya.
Hadir dalam workshop Kepala Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Wilayah VII Provinsi Jawa tengah Suyanta. Dia menyebut tujuan kegiatan ini, yakni penanaman mindset guru SMK. Bahwa pembelajaran mengutamakan hasil belajar siswa yang mendukung mereka masuk dunia kerja.
“Guru SMK harus punya mindset setara dengan entrepreneur. Karena akan memberikan pengaruh positif pada peserta didiknya,” tutur Suyanta.
Workshop dihadiri Ketua Tim Penilai PAK Kabupaten Sukoharjo Dwi Susilowati. “Menindaklanjuti semangat para guru SMK ini, nanti akan diadakan pembimbingan penulisan artikel dan jurnal,” imbuhnya.
Sementara itu, kepala SMKN 4 Sukoharjo Triman mengapresiasi para guru yang mempresentasikan PTK dan PTS. “Namanya guru, harus ada tilas dan tulis. Pekerjaan melayani anak sudah, tapi hampir belum ada yang nulis. Untuk mengejar itu, kami selenggarakan pelatihan karya ilmiah dan edukasi ilmiah. Jadi guru bisa menulis apa saja pengembangan pembelajaran yang sudah dilakukan,” ucapnya.
Terpisah, di masa jabatannya yang baru seumuran jagung, Trimin berkomitmen meningkatkan mutu pembelajaran di SMKN 4 Sukoharjo. Sasaran utamanya para perbaikan sarana dan prasarana (sarpras).
“Saya baru enam atau tujuh bulan di sini. Saya melihat ada lima hal yang harus dikembangkan di SMKN 4 Sukoharjo. Terutama benah-benah sarpras. Ketika sarpras sudah nyaman, kemudian peningkatan pengembangan SDM (sumber daya manusia). Kalau kualitas SDM mapan, otomatis pelayanan kepada peserta didik terlayani dengan baik,” tandasnya. (fer/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra