Sebagai catatan, Permata-Sakti merupakan program dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Program tersebut diadakan sebagai bagian dari upaya penambahan ataupun penguatan kompetensi dan wawasan mahasiswa. Serta penguatan toleransi, cinta Tanah Air, dan budaya. Diperoleh dari pertukaran mahasiswa melalui kerja sama antarperguruan tinggi di Indonesia.
Ke-34 mahasiswa tersebut berasal dari tujuh perguruan tinggi. Yakni Universitas Kuningan, Universitas Katolik De La Salle Manado, Universitas Bandar Lampung, STMIK Global Informatika Multi Data (GIMD) Palembang, Universitas Nusa Putra Sukabumi, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Mars Pematang Siantar, dan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang.
Kendatangan puluhan mahasiswa Permata-Sakti disambut Ketua STMIK SiNus Kumaratih Sandradewi, Jumat (25/9). Karena masih pandemi Covid-19, penyambutan diselenggarakan secara virtual. “Saya mewakili STIMIK SiNus sangat senang atas kehadiran mahasiswa peserta program Permata-Sakti 2020,” ucapnya.
Turut hadir dalam acara tersebut, Pembantu Ketua I STMIK SiNus Wawan Laksito. “Para mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan di STMIK SiNus mulai 28 September secara daring atau online,” sambung Wawan.
Selain menerima mahasiswa program Permata-Sakti, STMIK SiNus juga mengirimkan 69 mahasiswanya ke tujuh perguruan tinggi. Di antaranya Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya Lampung (14 mahasiwa), STIE Mars Pematang Siantar (7 mahasiswa), dan STMIK Global Informatika Palembang (7 mahasiswa).
Kemudian Universitas Katolik De La Salle Manado (8 mahasiswa), Universitas Kuningan (6 mahasiswa), Universitas Bandar Lampung (17 mahasiswa), dan Universitas Muhammadiyah Kendari (10 mahasiswa). (rls/fer) Editor : Perdana Bayu Saputra