Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Peluang Pengembangan UMKM di Masa Pandemi Covid-19

Perdana Bayu Saputra • Rabu, 17 Maret 2021 | 23:14 WIB
Suyatmin Waskito Adi, Kabag ACEC- UMS Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMS
Suyatmin Waskito Adi, Kabag ACEC- UMS Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMS






Oleh : Suyatmin Waskito Adi, Kabag ACEC- UMS Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMS













USAHA mikro kecil menengah (UMKM) memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja rata-rata sebesar 96,66 persen terhadap total keseluruhan tenaga kerja nasional, sedangkan usaha besar hanya memberikan kontribusi rata-rata 3,32 persen terhadap tenaga kerja nasional.







Tingginya kemampuan UMKM dalam menciptakan kesempatan kerja mengindikasikan bahwa UMKM memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan di seluruh wilayah tanah air.




Namun di sisi lain, UMKM memiliki banyak kendala yaitu keterbatasan modal kerja, sumber daya manusia yang rendah, penurunan penjualan, distribusi terhambat, kesulitan bahan baku, produksi menurun dan kurangnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Hal ini menjadi ancaman bagi perekonomian nasional. Pemberian informasi dan jaringan pasar, kemudahan akses pendanaan, pendampingan serta peningkatan kapasitas teknologi informasi adalah upaya peningkatan daya saing UMKM.

Pengembangan UMKM merupakan upaya yang dilakukan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk memberdayakan UMKM melalui pemberian fasilitas, bimbingan, pendampingan, bantuan penguatan untuk menumbuhkan dan meningkatkan kemampuan serta daya saing UMKM.

Dampak negatif pandemi Covid-19 telah menghambat pertumbuhan UMKM. Bukan hanya pada aspek produksi dan pendapatan, namun juga pada jumlah tenaga kerja yang harus dikurangi dan sebagainya.

Menurunnya daya beli masyarakat akibat pandemi Covid-19 juga sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha UMKM. Krisis ekonomi yang dialami UMKM tanpa disadari dapat menjadi ancaman bagi perekonomian nasional.

Oleh karena itu, pembinaan dan bantuan untuk pelaku UMKM di masa pandemi perlu menjadi perhatian banyak sektor terutama lembaga pemerintah.

Peluang bisnis UMKM tidak terbatas meskipun pandemi Covid-19 telah membawa dampak negatif terhadap perkembangan UMKM. Pengembangan UMKM yang saat ini sudah berbasis digital dan begitu mudah diakses telah memicu banyak pergerakan ekonomi di berbagai pelosok daerah.

Dalam kondisi pandemi seperti ini, para pelaku UMKM harus mampu merespons perubahan-perubahan perilaku dan pola konsumen. Seperti saat ini konsumen lebih memilih untuk belanja secara online.

Perubahan perilaku konsumen dengan membatasi interaksi fisik dan mengurangi aktivitas yang dilakukan di luar rumah karena adanya pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Hal ini tentunya memberi peluang yang besar kepada para pelaku UMKM khususnya yang sudah terhubung dengan ekosistem digital untuk bertahan atau bahkan melaju atau berkembang di tengah pandemi Covid-19.

Kondisi di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini merupakan momentum yang tepat bagi Indonesia untuk melakukan percepatan digitalisasi UMKM. Masa pandemi Covid-19 menjadi tantangan tersendiri bagi para pelaku UMKM.

Tantangan UMKM di tengah pandemi COVID-19 di antaranya banyaknya para pelaku UMKM yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan bahan baku karena diberlakukannya PPKM.

Sebab itu, pelaku UMKM harus bisa melakukan inovasi serta memanfaatkan kanal pemasaran dan penjualan online untuk menjaga keberlangsungan usaha. Termasuk menata ulang strategi bisnisnya.

Dalam kondisi seperti saat ini, UMKM perlu melakukan penyesuaian diri dalam hal produk dan melakukan beberapa strategi pemasaran untuk bertahan.

Terdapat beberapa strategi yang dapat di lakukan UMKM untuk dapat mempertahankan bisnisnya, yaitu melakukan penjualan melalui e-commerce, pemasaran produk dengan memanfaatkan teknologi digital (digital marketing), perbaikan kualitas produk dan kualitas serta jenis layanan.

Berikutnya, pemasaran hubungan pelanggan (customer relationship marketing). Dalam kondisi seperti saat ini, banyak tantangan yang harus dihadapi oleh para pelaku UMKM. Untuk itu, pelaku UMKM harus memiliki strategi untuk dapat bertahan di tengah pandemi Covid-19 dan dituntut untuk dapat menyesuaikan diri terhadap kondisi yang terjadi, sehingga dapat mengubah tantangan yang ada menjadi peluang. (*)



(rs/aya/per/JPR)




Editor : Perdana Bayu Saputra
#ums bicara #umkm #pandemi covid-19