Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Tekankan Pendidikan Karakter di Rumah dan Sekolah

Perdana Bayu Saputra • Kamis, 25 Maret 2021 | 00:34 WIB
PENDIDIKAN KARAKTER: Guru dan orang tua berperan dalam menumbuhkan karakter yang tangguh pada peserta didik. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)
PENDIDIKAN KARAKTER: Guru dan orang tua berperan dalam menumbuhkan karakter yang tangguh pada peserta didik. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)


SOLO - Penekanan pendidikan karakter dilakukan anak didik. Demi mewujudkan hal itu perlu sinergisitas antara sekolah, orang tua maupun berbagai pihak terkait.






Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Etty Retnowati mengatakan, dalam menyukseskan pendidikan, sekolah dan rumah memiliki peran penting. Karena rumah dan keluarga merupakan tempat pendidikan pertama dan utama. Sehingga perlu sinergi antara keduanya.




“Guru dan orang tua berperan dalam menumbuhkan karakter yang tangguh pada peserta didik dalam mewujudkan generasi emas 2045,” ujar Etty dalam seminar Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) kemarin.




Pakar pendidikan Muhammad Zahri mengatakan, kemajuan pendidikan akan berbanding lurus dengan kemajuan negara. Pendidikan maju, kualitas sumber daya manusia (SDM) akan meningkat.

“Seperti Jepang yang pernah dibom atom hingga luluh lantak. Mereka bisa bangkit karena memperhatikan pendidikan bangsanya. Dengan SDM berkualitas, kini Jepang menjadi salah satu negara maju,” ujar ketua umum JSIT ini.

Keberhasilan pendidikan sangat dipengaruhi oleh harmoni sinergi pilar-pilar pendidikan. Ada lima pola harmoni sekolah dan orang tua. Yakni harmoni dengan filosofi rukun Islam.

Zahri menjelaskan, pertama, filosofi komitmen atau filosofi syahadat. Secara formal bersepakat dengan sekolah dan guru. Cenderung terjadi di awal atau di acara-acara formal. Kedua, filosofi salat sebagai representasi harmoni aturan. Di mana orientasinya pada semua kebijakan dan aturan sekolah. Berjalan tertib dan teratur.

Kemudian, harmoni program atau filosofi puasa. Mencetak generasi yang siap dengan berbagai kebijakan, perubahan, dan program sekolah. Bisa denga puasa lazim serta beragam program amaliyah seperti tadarus Alquran, kajian, dan lainnya. Orientasi pada kualitas pendidikan dan program. Terlibat dalam beberapa proses dan program sekolah secara rutin. Intensitas interaksi lebih tinggi dan teratur. Mampu menahan diri dalam keragaman program.

"Kemudian harmoni Pengembangan atau filosofi zakat yang berorientasi memberi. Berorientasi pada kualitas sekolah, siap dengan berbagai kebijakan dan perubahan. Selanjutnya harmoni visi atau filosofi haji yang berorientasi visi sekolah dan ummat. Sekolah berorientasi membangun ummat membangun bangsa. Interaksinya bersifat luas dan memperjuangkan dengan segala kemampuan," katanya. (rgl/bun)



(rs/rgl/per/JPR) Editor : Perdana Bayu Saputra
#radar solo #jaringan sekolah islam terpadu (jsit) #kepala dinas pendidikan kota surakarta #jawa pos #etty retnowati #pendidikan karakter