Namun, menulis dan diunggah oleh media, tidak semudah membalik telapak tangan. Penulis harus bisa sajikan artikel yang menarik dibaca masyarakat luas. Membantu guru dan siswanya lancar menulis artikel, SMKN 7 Surakarta menggelar Workshop Literasi Digital di aula sekolah setempat, Sabtu (3/4). Menghadirkan narasumber dosen Institut Teknologi Telkom Purwokerto (ITTP) Damar Tri Afriyanto.
Pada kesempatan ini Damar tak segan bagikan tips dan trik supaya penulisan artikel tembus media. Kuncinya, yakni memainkan diksi dan mengolah konten sesuai pemilihan perspektif.
“Saya mulai menulis dan mengirim ke media lewat email mulai 2015. Selang tiga tahun baru bisa tembus dan diunggah di media. Fokus saya, yakni pada permainan diksi yang menarik untuk media dan memilih sisi perspektifnya saat membikin konten,” terang Damar.
Damar menambahkan, secara teknis, dimulai dari penentuan tema atau ide pokok. Kemudian tujuan penulisan. Lalu merumuskan ide pokok atau masalah. Dilanjut pengembangan tema dan pembahasan sesuai jenis artikel, disusul kesimpulan. “Itu semua sudah ada di internet,” imbuhnya.
Menurutnya, diksi merupakan hal penting dalam proses penulisan. Pemilihan kata yang tepat dan menarik akan meningkatkan minat baca. Hingga mudah dipahami masyarakat luas.
“Arti diksi itu adalah pilihan kata. Bisa juga diartikan metafora dan sinonim. Jadi, harus memperkaya pilihan kata agar dapatkan gambaran yang pas saat menulis artikel,” sambungnya.
Faktor lain penentu artikel diunggah di mdia, yakni penulis harus punya perspektif antara pro dan kontra. Artinya, mampu ungkapkan dasar untuk berpihak. “Namun, berpihak bukan mencari kesalahan. Melainkan menemukan prinsip dari isu tersebut,” bebernya.
Guru sekaligus pembina Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMKN 7 Surakarta Asri Pujihastuti menilai, workshop ini merupakan sarana meningkatkan budaya literasi. Mengingat sekolah ini pernah juara III nasional Lomba Literasi 2018. Lewat karya Gerobak Literasi.
Bahkan pernah juara I nasional Lomba Literasi 2019. Lewat karya Becak Hamog Literasi (Cakhali). SMKN 7 Surakarta juga mengirim duta baca dalam lomba yang diinisiasi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Surakarta. Raih juara III Bunda Baca untuk guru dan juara III Duta Baca untuk pelajar.
“Kami optimistis workshop hal dapat mengasah kemampuan menulis yang baik dan benar bagi guru dan siswa. Serta mengembangkan budaya literasi, khususnya bidang digital. Apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti ini, lebih mendorong mereka untuk berpikir kritis. Kemudian mengungkapkan opininya lewat tulisan. Selain itu, juga dapat melihat informasi secara jeli dan tidak terhasut hoax,” ujarnya.
Sementara itu, workshop juga dijejali praktik menulis. Tiga guru dan tujuh siswa menulis satu artikel dengan tema bebas. Terdiri dari 500-700 kata dalam waktu sepekan. Selama proses penulisan, bakal diberi pendampingan oleh Damar langsung WhatsApp i(WA) grup. Nah, dua artikel terbaik akan dipublikasikan di Jawa Pos Radar Solo.
Guru Matematika yang juga peserta Sri Wahyuni mengaku lebih termotivasi menulis setelah mengikuti workshop. Menurutnya, bahasa yang dibawakan Damar lebih sederhana dan mudah dipahami.
“Saya ingin sekali bisa nulis artikel maupun essai. Pernah nulis, tapi tidak saya kirim ke media untuk di-publish. Setelah ikut ini, saya lebih semangat lagi. Terkait ide tulisan, sudah ada gambaran. Terkait peningkatan literasi saat pembelajaran jarak jauh (PJJ),” paparnya.
Sementara itu, siswa SMKN 7 Surakarta Gabriela mengaku menyerap banyak ilmu selama workshop. “Bagaimana trik menulis secara konisten dan tidak mudah bosan. Saya akan angkat tema terkait keadaan dan kegiatan selama pandemi,” ujarnya. (mg1/fer) Editor : Perdana Bayu Saputra