SMK yang terletak di Jalan Sukowati KM 1 Gemolong ini memiliki lima jurusan unggulan. Yakni Bisnis Kontstruksi dan Properti (BKP), Teknik Pemesinan (TP), Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), serta Teknik Perbaikan Bodi Otomotif (TPBO).
Teaching factory di sekolah, berupa bengkel sepeda motor dan mobil. Untuk servis mobil dan tune up, sekolah menggandeng Nasmoco Solo Baru.
“Alhamdulillah masyarakat percaya dengan bengkel motor kami. Cukup ramai yang servis. Kalau mobil, target dari Nasmoco itu 20 unit per bulan. Kadang lebih, hingga 26-28 unit. Sehingga harus lembur,” terang Kepala SMK Sakti Gemolong Heru Setyoko kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (3/6).
SMK Sakti Gemolong sudah menggandeng sejumlah DUDI. Di antaranya Nasmoco, PT. King Manufacture, Adhi Persad Gedung (APG), PT. Cipta Automasi, PT. Global, Daihatsu, PT. Budi Karya, termasuk instansi pemerintah di Surabaya. Baik untuk praktik kerja industri (prakerin) maupun penyerapan tenaga kerja.
Tahun ajaran 2020/2021, SMK Sakti Gemolong luluskan 594 siswa. Sebagian sudah terserap DUDI. Dan yang lainnya diterima di perguruan tinggi.
Menyiasati penerimaan peserta didik baru (PPDB) di tengah pandemi, sudah disosialisasikan ke beberapa SMP. Termasuk alumni dan masyarakat. Berupa pemberian keringanan biaya masuk. (mg2/fer) Editor : Perdana Bayu Saputra