SDIT Jumapolo dipilih setelah juara I lomba Pesta Siaga tingkat Kwarcab Karanganyar kartegori barung putra. Serta juara II barung putri.
“Masing-masing barung terdiri dari delapan siswa, usia di bawah 10 tahun. Kami ambil dari kelas II dan III,” ungkap Wakil Kepala SDIT Jumapolo Sriyadi kepada Jawa Pos Radar Solo, Sabtu (19/6).
Pesta siaga digelar daring karena masih suasana pandemi Covid-19. Diisi permainan bersama, berupa keterampilan kepramukaan golongan pramuka siaga. Di antaranya taman bermain, ketaqwaan, pintar, dan sebagainya.
“Sistemnya daring. Pihak Kwarda Jateng melihat secara live. Namun untuk presisinya, kami tetap merekam. Jadi, misal ada yang tidak jujur, bisa kelihatan dari Zoom Cloud Meetings dan video rekamannya,” ungkapnya.
Persiapan jelang lomba, tidak ditemui kendala berarti. “Alhamdulillah komunikasi dengan orang tua peserta lancar. Kami informasikan via WhatsApp. Agar anak saat latihan diantar jemput. Setelah itu langsung pulang. Seperti itu protokol kesehatannya,” ujarnya.
Selama latihan, siswa dibimbing 49 guru dan karyawan. “Semuanya jadi pembina. Namun setiap kegiatan, pasti ada penanggungjawabnya masing-masing. Termasuk pesta siaga ini,” tuturnya.
Sementara itu, SDIT Jumapolo berharap bisa ambil bagian dalam Jambore. “Sepertinya Pesta Siaga berhenti di Kwarda Jateng. Kalau tingkat nasional seperti jambore, kami belum ada pengalaman. Ya semoga bisa ikut,” harapnya. (nis/fer)
Editor : Damianus Bram