"Nanti akan diubah di sana (sekolah). Kalau SMK negeri terkendala untuk mengubah itu, nanti operator sekolah akan menghubungi cabang dinas (cabdin). CPD tidak perlu datang ke cabdin. Cukup di sekolah saja. Nah, kami akan menyelesaikan kendala itu," ungkap Pelaksana tugas (Plt) Kepala Seksi (Kasi) SMK Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah Wilayah VII Pangarso Yuliatmoko, kemarin.
Pangarso menjelaskan, kendala soal akreditasi sekolah ini terjadi lantaran ada beberapa SMP yang belum sempat menginput data dengan lengkap. Sehingga pada 14-19 Juni lalu, data CPD belum muncul di database. Mereka harus melakukan pengajuan mandiri. Nah, ketika pengajuan mandiri tersebut beberapa CPD hanya tertera pilihan dalam kota atau luar kota untuk pilihan asal sekolah.
"Belum muncul asal sekolahnya. Asal sekolah dalam kota itu di sistem akreditasi kan tidak terbaca. Karena harus jelas nama sekolahnya. Sehingga akreditasinya tidak terbaca. Maka di sistem, nilai akreditasinya nol. Itu berpengaruh pada nilai akhir CPD. Karena nilai akhir perhitungannya nilai rapor dikalikan bobot nilai akreditasi, ditambah kejuaraan kalau ada. Nah, akhirnya nilai anak itu karena akreditasinya belum terdeteksi, maka nilai seleksinya jadi nol," bebernya.
Namun, kendala tersebut diklaim Pangarso, bisa diperbaiki melalui sistem koreksi data di aplikasi. Solusinya, koreksi data. Panitia PPDB SMK bisa mengoreksi data CPD. Cabdin akan membukakan akses untuk perbaikan itu.
"Bisa dibetulkan datanya, dicantumkan dengan jelas dari SMP mana. Yang awalnya diisi SMP dalam kota, begitu dikoreksi masukkan nama SMP yang betul. Nanti nilai akreditasinya kami masukkan. Nah, itu nanti sudah muncul perhitungan nilai akhirnya," paparnya.
Sementara itu, evaluasi PPDB SMK hari ketiga, dinilai Pangarso, relatif lancar. CPD yang belum sempat mengajukan akun bisa dilayani selama dua hari ini (22-23/6). Termasuk CPD yang ingin mengoreksi data.
"Besok (hari ini) di hari terakhir hanya tinggal seleksi saja. Tidak ada perubahan data. Tinggal melihat seleksi saja," tandasnya. (aya/bun/ria)
Editor : Syahaamah Fikria