Sekertaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta Dwi Ariyatno mengatakan, pendaftaran sudah ditutup. Proses perangkingan dan perhitungan kuota masing-masing jalur sudah dilakukan. Hasilnya akan diumumkan secara resmi pada 2 Juli.
“Bagi CPD masuk kategori kartu keluarga (KK) dalam kota dan tidak masuk jurnal di seluruh sekolah pilihan jangan berkecil hati. Mereka akan diberikan kesempatan satu pilihan di sekolah negeri yang kuotanya masih belum terisi maksimal sesuai daya tampung Senin besok (hari ini),” sambungnya.
Dwi mengungkapkan, sekolah yang belum terisi maksimal, kemungkinan sama dengan tahun lalu. Yakni SMPN 24, SMPN 25, dan SMPN 26 Surakarta. Siswa dalam kota yang belum dapat sekolah akan diarahkan ke tiga sekolah ini. “Setelah semua (siswa dalam kota) dapat sekolah baru siswanya ditawarkan ke pendaftar luar kota. Ini diurutkan sesuai pilihan,” ujarnya.
Ketua Panitia PPDB SMPN 25 Surakarta Handoko mengakui kuota sekolahnya masih kurang. Dari jalur afirmasi kuotanya 90, hanya terisi sembilan siswa. Lalu jalur zonasi kuotanya 209 baru terisi 159 siswa. Kemudian jalur prestasi kuotanya 25 dan jalur perpindahan orang tua 13 siswa. Masing-masing belum ada yang terisi.
Jadi, memang saat ini SMPN 25 Surakarta didominasi oleh CPD luar kota yang terseleksi. Namun pada 28 Juni, khusus bagi CPD dalam kota yang belum mendapatkan sekolah bisa mendaftarkan diri ke SMPN 25 Surakarta. Sebab, sekolah ini yang bakal jadi rekomendasi bagi mereka. Handoko berharap CPD yang belum mendapat sekolah mau mendaftarkan dirinya ke SMPN 25 Surakarta.
“Minimal ada 50 pendaftar, syukur bisa lebih. Sehingga bisa memenuhi delapan rombongan belajar (rombel). Meski selama ini memang agak berat,” katanya.
Kendati kekurangan kuota, pastinya ada kendala. Termasuk banyak yang tidak tahu program zonasi. Sehingga peminatnya itu berkurang. Banyak yang masih bergantung pada rekomendasi. Seperti kelurahan Joglo, Mojosongo, dan beberapa wilayah.
“Mereka belum tahu kalau masuk di zonasi SMPN 25 Surakarta. Sebab, tahun kemarin memang tidak termasuk. Jadi, pihak sekolah kami ada penambahan sekitar delapan sampai sepuluh kecamatan,” ungkapnya.
Senada, Ketua PPDB SMPN 24 Surakarta Elly Dwiana mengungkapkan, kuota sekolahnya belum terpenuhi. Mungkin pada 28 Juni bisa bertambah, sebab CPD yang tidak terseleksi pada tiga sekolah pilihannya. Bisa memilih sekolah ini yang masih ada kuotanya.
“SMPN 24 Surakarta jadi sekolah rekomendasi bagi yang belum diterima,” imbuhnya. (nis/bun) Editor : Damianus Bram