Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Semangat Lawan Covid, Siswa MAN Ciptakan Robot Face Shield & Sefider

Syahaamah Fikria • Sabtu, 10 Juli 2021 | 16:00 WIB
Robot face shield yang diciptakan Fitria Nur Rahmadhani Azzahra, 15, dan Rahmaisya, 16.
Robot face shield yang diciptakan Fitria Nur Rahmadhani Azzahra, 15, dan Rahmaisya, 16.
Pandemi Covid-19 tak surutkan semangat pelajar di Kota Solo untuk berkreasi. Seperti dilakukan empat siswa kelas IX MAN 1 Surakarta. Mereka menciptakan robot Smart Protector Face (SPF) alias face shield otomatis dan Smart Humifier for Influenza Disease Robot (Sefider) untuk menjaga kelembaban suhu ruangan berbasis internet of things (IoT).

ROBOT face shield hasil kreasi Fitria Nur Rahmadhani Azzahra, 15, dan Rahmaisya, 16. Sedangkan Sefider bikinan Tiara Vania Wijaya Putri, 16, dan Mufti Muammarul Haq, 17. Kedua robot ini sudah dibuat sejak sekitar November tahun lalu, dengan bimbingan Guru Pembimbing Robotik MAN 1 Surakarta Prihantoro Eko Sulistyo.

Komponen di robot SPF, yakni sensor ultrasonik, Arduino nano, kabel pelangi, baterai, motor servo, dan helm alat perlindungan diri (APD). Pembuatan melalui empat tahap. Diawali membuat rangkaian dengan project board. Terdiri dari sensor ultrasonik, baterai, motor servo, kabel pelangi, dan face shield.

“Selanjutnya pemrograman hunakan softwere Arduino IDE. Untuk mengolah data yang masuk melalui sensor ultrasonik, sekaligus mengatur gerak motor servo. Program diketik di laptop, kemudian di-upload ke micro controler Arduino nano,” terang Fitria kepada Jawa Pos Radar Solo via Google Meeting.

Selanjutnya perakitan dengan menyatukan ke komponen helm APD. Dihubungkan dengan kabel pelangi. Face shield dipasang pada sisi depan helm. sumber dayanya dari baterai yang terpasang di sisi belakang helm.

“Terakhir uji coba produk. Proses pembuatan sekitar dua bulan. secara daring dan luring dengan bimbingan guru. Kendalanya, paling saat coding. Kadang error dan laptop tidak nyambung. Pernah sampai meledak,” imbuhnya.

Cara kerja robot SPF melalui sensor ultrasonik HC-SR04 untuk mendeteksi jarak yang diprogramkan lewat micro controler Arduino nano. Juga dilengkapi motor servo sebagai pengatur buka-tutup face shield. “Jika ada manusia dengan jarak dua meter dari pengguna, otomatis face shield  menutup,” paparnya.

Photo
Photo
Robot Sefider bikinan Tiara Vania Wijaya Putri, 16, dan Mufti Muammarul Haq, 17.

Sementara itu, ide pembuatan robot Sefider berangkat dari merebaknya kasus influenza di masa pancaroba. Ketika kelembaban udara tinggi, virus tumbuh lebih cepat. “Robot ini hadir untuk menstabilkan kelembaban udara ruangan. Dijalankan dengan micro controler Node MCU. Juga dilengkapi sensor kelembaban DHT 11 sebagai input. Sedangkan output-nya, pakai exhaust fan dan LED,” beber Mufti Muammarul Haq.

Selama pembuatan, Mufti dibantu Tiara Vania Wijaya Putri. Mereka menggunakan komponen relay, board shield, Node MCU, dan kabel pelangi. Software dan programin digunakan Arduino IDE dan Cayenne.

“Cara kerjanya, sensor mendeteksi kelembaban udara di dalam ruangan. Hasilnya termonitoring langsung ke perangkat. Ketika kelembaban tidak stabil, sensor memberi sinyal ke exhaust fan dan LED untuk menyala. Saat kelembaban kembali normal, exhaust fan dan LED mati,” sambung Tiara.

Guru Pembimbing Robotik MAN 1 Surakarta Prihantoro Eko Sulistyo menambahkan, selama ini siswanya sering dibantu komunitas robotik. Terutama terkait programing dan pembelian komponen. Selain mahal, komponen juga susah didapat, sehingga butuh relasi luas.

“Beberapa komponen harus pesan secara online. Kadang dari Bandung, Jogja, dan Jawa Timur. Total bikin SPF itu habis Rp 400.000, sedangkan Sefider sekitar Rp 600.000,” ungkapnya. (nis/fer) Editor : Syahaamah Fikria
#face shield #siswa man ciptakan robot #robot #student innovation #teknologi #smart protector face #sefider