MPLS diikuti 470 siswa. Termasuk dua pelajar asal Papua dari program pemerintah. Mereka tersebar di kompetensi keahlian Multimedia, TKJ, Tata Boga, OTKP, Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP), serta Akuntansi. Bagi yang terkendala jaringan, bisa menyimak lewat live streaming YouTube.
“Tujuan MPLS, agar siswa mengenal potensi diri. Menumbuhkan perilaku positif dan membangun karakter. Termasuk memahami prokes selama di sekolah nantinya,” terang Kepala SMKN 1 Boyolali Heryanto.
Materi lain yang disampaikan, berupa tata tertib, pengenalan kejuruan, simulasi PTM, dan pencegahan penyalahgunaan narkoba.
“Kami jadi percontohan adiwiyata mandiri, sekolah sehat berbasis lingkungan. Termasuk sekolah percontoham PTM. Insya Allah setelah PPKM darurat, jika diizinkan, kami siap PTM,” ujarnya.
Sementara itu, SMKN 1 Boyolali punya 21 ekstrakurikuler (ekskul). Bahkan ekskul paskibraka, futsal, pramuka, pencak silat, dan wushu sering jadi langganan juara hingga tingkat nasional.
“Siswa kami didukung kelas industri, sebagai gambaran dunia kerja. Yang sudah terbentuk yakni TKJ dengan PT Telkom, BDP dengan Luwes Group, OTKP dan Tata Boga dengan Fave Hotel Solo. Sedangkan jurusan lain dalam proses,” bebernya.
Terkait lulusan, 70 persen pilih melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Bagi lulusan yang ingin bekerja, difasilitasi program bursa kerja khusus (BKK). Mengingat SMKN 1 Boyolali didapuk jadi ketua penyelenggara tes BKK.
“Tetap kami tekankan pada kualitas lulusan. Sehingga kami tetap terdepan. Bagi lulusan yang ingin melanjutkan pendidikan, bisa diterima dibidangnya. Yang ingin kerja, juga sesuai kompetensinya,” tandasnya. (rgl/fer/dam) Editor : Damianus Bram