Pekan vokasi ini merupakan program unggulan tahun ini yang bertujuan sesuai dengan tagline-nya, yakni Improve Quality, Increase Quantity. Jadi pekan vokasi ini mengajak bagaimana meningkatkan produktivitas dan kemampuan.
Ketua Pekan Vokasi 2021 Validita Duta Illahi menyebutkan, selama tiga hari adalah main event. Sedangkan pada hari keempat adalah closing ceremony. Rinciannya, di hari pertama adalah opening motivation dan curriculum vitae (CV) session.
Pembicaranya Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Wikan Sakarinto, Dekan SV UNS Santoso Tri Hananto, dan Konsultan Carrier Founder of @liputankerja dan @jagobikincv Nanda Rizky Kurniawan.
Selanjutnya di hari kedua, ada sesi psikotest dari Dosen Psikologi Fakultas Kedokteran (SV) UNS sekaligus Tim Divisi Konseling Carrier Development Center (CDC) UNS Fadjri Kirana Anggarani dan Afia Fitriani.
Kemudian hari ketiga itu enterpreneurship and interview session oleh Dosen Fakultas Hukum (FH) UNS sekaligus Tim Divisi Pengembangan CDC UNS Diana Tantri Cahyaningsih dan Head of Business Unit di Telkom Indonesia Apri Rokhyadi.
“Selama tiga hari ini hanya dibuka untuk mahasiswa SV UNS. Berbeda dengan hari keempat alias closing ceremony yang dibuka untuk umum. Yang menarik, ada Content Creator, Scripwriter, dan Actor Jovial Da Lopez yang ikut serta dalam kegiatan ini. Untuk MC dan moderator dari Putri Solo Lingkungan 2019 Anthea Reynda F dan Putri Solo Persahabatan 2019 Marsha Maurilla,” katanya kepada Jawa Pos Radar Solo, Minggu (1/8).
Banyak mahasiswa dan publik yang antusias terhadap kegiatan ini. Tercatat di hari pertama, sebanyak 220an peserta yang ikut, kemudian pada hari kedua dan ketiga sekitar 150an. Sedangkan berdasarkan data per Sabtu (31/7) untuk closing ceremony hampir menyentuh 500 peserta.
“Rencana penyelenggaraannya itu tujuh hari. Namun, dengan beberapa pertimbangan hanya diambil empat hari. Intinya, kami bangun pekan vokasi ini dari nol. Program ini baru digelar tahun ini. Jadi tidak ada evaluasi sebelumnya. Syukurnya, pelaksanaannya lancar,” tuturnya.
Di sisi lain, ada beberapa tantangan di Pekan Vokasi ini. Apalagi saat ini di tengah mewabahnya Covid-19. Tidak bisa bertatap muka langsung memunculkan beberapa kendala yang menganggu rapat.
“Namun persiapan secara konsep acara lancar. Para panitia berkoordinasi dengan baik dan tepat. Sehingga tidak ada miss-communication antar panitia. Meski jumlahnya pun terbatas, ada 19 panitia dan empat steering committee (SC),” tambahnya.
Duta berharap dengan adanya Pekan Vokasi lebih membuka pandangan mahasiswa dan khalayak umum terkait kebutuhan pasca kampus. Setidaknya berkontribusi, minimal ke diri sendiri. Bisa juga ke masyarakat, perusahaan, atau tempat lainnya. “Ya harus berani mencoba. Improve Quality, Increase Quantity,” tegasnya. (nis/dam) Editor : Damianus Bram