"Urban farming atau pertanian urban merupakan strategi pemanfaatan lahan di area perkotaan yang mampu mengangkat perekonomian masyarakat, menghadapi krisis ketahanan pangan, dan mengurangi ketergantungan pasar. Dengan segudang manfaat, pertanian dengan cara ini mampu menjadi solusi yang bisa diterapkan di masa pandemi," kata Ketua PKM Hanif Alwan Mumtaz kepada Jawa Pos Radar Solo, Selasa (3/8).
Beberapa cara kelola pertanian yang diterapkan pada pertanian urban ini adalah pembuatan sistem akuaponik dengan rakit apung ramah lingkungan. Cara tersebut bertujuan memanfaatkan lahan yang terbatas di daerah perkotaan serta mengurangi limbah botol plastik.
"Akuaponik sistem rakit apung sendiri adalah perpaduan antara akuakultur dan hidroponik. Akuakultur adalah memelihara ikan sedangkan hidroponik adalah menanam tumbuhan dengan media tumbuh berupa air. Rakit apung merupakan sistem yang dipilih karena dapat memanfaatkan limbah botol plastik sebagai wadah untuk menanam," jelasnya.
Untuk penerapan edukasi pertanian urban yang dikembangkan oleh mahasiswa UNS tersebut dilakukan di Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah (PAYM) Danukusumo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
"Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pendidikan dan pelatihan kepada anak panti mengenai akuaponik sebagai bekal di kemudian hari agar dapat hidup dengan mandiri setelah menyelesaikan pendidikan," sambungnya.
Pada pelatihan tersebut, bukan hanya cara budidaya yang diedukasikan, tetapi juga dari sisi pembukuan sederhana dan pemasaran digital.
Selain Hanif, beberapa anggota lain dalam tim yakni Khafid Alfian Rosyadi, Mia Silviana, Cut Dede Diah Rosyidah, dan Haani Aulia Sabina. (aya/wa/dam) Editor : Damianus Bram