Kepala SMPN 4 Surakarta Sri Wuryanti mengaku, secara teknis sudah mulai update data peserta AN. Dimasukkan ke data pokok pendidikan (dapodik).
“Peserta AN SMP, maksimal 45 siswa. Diambil acak dari dapodik. Jadi, kami tidak tahu siapa saja pesertanya. Nantinya akan ada DNS (daftar nominasi sementara). Kemudian jadi daftar nominasi tetap. Setelah itu, siswa mengerjakan AN,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (12/8).
Ada tiga kompetensi yang diujikan dalam AN. Yakni asesmen kompetensi minimum (AKM), survei karakter, dan survei lingkungan belajar. Siswa wajib mengikuti ketiganya. Sedangkan guru dan kepala sekolah, hanya mengikuti survei lingkungan belajar.
Selama pengerjaan AKM ada literasi dan numerasi. Berupa soal pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, menjodohkan, isian singkat, serta uraian. “Terkait survei karakter dan survei lingkungan belajar, bentuk soalnya seperti apa masih dirahasiakan,” imbuhnya.
Jelang pelaksanaan AN, 100 siswa kelas VIII SMPN 4 Surakarta dapat jatah vaksinasi di Graha Wisata Niaga, kemarin. “Kami sudah sampaikan ke dinas (pendidikan), bahwa kuota vaksin ini untuk kelas VIII. Sebagai persiapan AN yang insya Allah pada September. Meskipun hanya 45 siswa, tapi kami kan tidak tahu yang mana pesertanya,” bebernya.
Sementara itu, jatah vaksinasi pelajar diprioritaskan bagi yang berdomisili di Kota Solo. Terutama sekolah yang sudah jalani simulasi pembelajaran tatap muka (PTM). Vaksinasi ini bertujuan untuk persiapan pembelajaran tatap muka (PTM) dan AN.
Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta Dwi Ariyatno menjelaskan, ada sekitar 70 ribuan pelajar jenjang SMP, MTs, SMA, SMK, dan MAN di Kota Bengawan. Padahal, kuota vaksin terbatas. Jadi, penyuntikan vaksinasi digelar bertahap dengan sekala prioritas.
“Kami prioritaskan sekolah yang pernah jalani simulasi PTM dulu. Ketika sekolah tersebut dapat kuota, diutamakan siswa dalam Kota Solo,” tandasnya. (nis/mg1/fer) Editor : Damianus Bram