Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta Dwi Ariyatno menjelaskan, sterilisasi sesuai kebijakan wali kota Surakarta. Alih fungsi dari tempat isoter, ditarget maksimal akhir pekan ini.
“Sebagai persiapan untuk pembelajaran tatap muka (PTM). Terutama sekolahan yang beberapa waktu lalu digunakan untuk isoter. Akan dilakukan proses treatment khusus. Seperti sterilisasi, pemberian disinfektan rutin, dan sebagainya,” terang Dwi kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (25/8).
Selain itu, sarana dan prasarana penunjang harus dicek. “Misalnya, apakah kran air nyala atau tidak? Sabunnya ada atau tidak? Lalu thermogun-nya bisa digunakan atau sudah rusak? Termasuk sarana prasarana penunjang lainnya,” imbuhnya.
Kepala SMPN 8 Surakarta Triad Suparman menambahkan, seluruh ruang kelas dipakai isoter selama dua tahap. Pernah diisi lebih dari 100 warga yang terpapar Covid-19. “Kebetulan semua pasien OTG (orang tanpa gejala). Per Jumat (20/8) lalu sudah tidak ada pasien. Mereka Alhamdulillah sudah sehat,” terangnya.
Setelah pasien OTG pulang, lanjut Triad, sterilisasi rutin dilakukan. Tiap kelas di-fogging. Pelaksanaan bertahap karena keterbatasan alat.
“Kemudian barang-barang seperti bed, guling, lemari plastik, dan lainnya, sementara sudah dipindah ke aula. Nanti akan dikembalikan ke yang punya aset. Yakni badan penanggulangan bencana daerah (BPBD). Alat-alat kebersihan dan tempat sampah milik dinas lingkungan hidup (DLH) juga sudah diangkut. Tinggal toilet portable yang belum,” bebernya.
Alih fungsi juga dilakukan SDN Cemara Dua. Camat Banjarsari Beni Supartono Putro menjelaskan, sekolah ini dipakai isoter dua tahap. Khusus tahap kedua, sistemnya in-out. Terakhir dipakai 16 Agustus lalu.
Kini, secara bertahap SDN Cemara Dua dikembalikan fungsinya seperti semula. Termasuk fogging. “Steriliasasi terus dilakukan sampai mendekati dipakai (PTM). Mungkin akhir Agustus kami kembalikan ke pihak sekolah. Termasuk perbaikan satu kamar mandi yang mampet airnya. Kami masih titip 124 bed, almari, bantal, guling, dan lainnya. Nanti akan diserahkan ke BPBD,” ujarnya.
Sementara itu,m SMPN 25 Surakarta belum disterilkan. Karena masih digunakan tiga pasien OTG. “Gejalanya ringan,” tandas Perwakilan Satgas Covid-19 SMPN 25 Surakarta Herlambang Sulistiyono. (nis/mg2/fer/dam) Editor : Damianus Bram