Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Gedung Sekolah Isoter Disterilisasi, Pengembalian Seperti Semula

Damianus Bram • Kamis, 26 Agustus 2021 | 14:45 WIB
DISINFEKSI: Karyawan sterilkan ruang kelas dengan fogging di SMPN 8 Surakarta. Dana BOS Kinerja dipangkas membuat sejumlah sekolah kecewa. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
DISINFEKSI: Karyawan sterilkan ruang kelas dengan fogging di SMPN 8 Surakarta. Dana BOS Kinerja dipangkas membuat sejumlah sekolah kecewa. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
SOLO Sejumlah gedung sekolah yang disulap jadi tempat isolasi terpusat (isoter), akan dikembalikan fungsinya. Yakni SDN Cemara Dua, SMPN 8, dan SMPN 25 Surakarta. SMPN 8 Surakarta bahkan sudah disterilkan dengan fogging.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta Dwi Ariyatno menjelaskan, sterilisasi sesuai kebijakan wali kota Surakarta. Alih fungsi dari tempat isoter, ditarget maksimal akhir pekan ini.

“Sebagai persiapan untuk pembelajaran tatap muka (PTM). Terutama sekolahan yang beberapa waktu lalu digunakan untuk isoter. Akan dilakukan proses treatment khususSeperti sterilisasi, pemberian disinfektan rutin, dan sebagainya,” terang Dwi kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (25/8).

Selain itu, sarana dan prasarana penunjang harus dicek. “Misalnya, apakah kran air nyala atau tidak? Sabunnya ada atau tidak? Lalu thermogun-nya bisa digunakan atau sudah rusak? Termasuk sarana prasarana penunjang lainnya,” imbuhnya.

Kepala SMPN 8 Surakarta Triad Suparman menambahkan, seluruh ruang kelas dipakai isoter selama dua tahap. Pernah diisi lebih dari 100 warga yang terpapar Covid-19. “Kebetulan semua pasien OTG (orang tanpa gejala). Per Jumat (20/8) lalu sudah tidak ada pasien. Mereka Alhamdulillah sudah sehat,” terangnya.

Setelah pasien OTG pulang, lanjut Triad, sterilisasi rutin dilakukan. Tiap kelas di-fogging. Pelaksanaan bertahap karena keterbatasan alat.

“Kemudian barang-barang seperti bed, guling, lemari plastik, dan lainnya, sementara sudah dipindah ke aula. Nanti akan dikembalikan ke yang punya aset. Yakni badan penanggulangan bencana daerah (BPBD). Alat-alat kebersihan dan tempat sampah milik dinas lingkungan hidup (DLH) juga sudah diangkut. Tinggal toilet portable yang belum,” bebernya.

Alih fungsi juga dilakukan SDN Cemara Dua. Camat Banjarsari Beni Supartono Putro menjelaskan, sekolah ini dipakai isoter dua tahap. Khusus tahap kedua, sistemnya in-out. Terakhir dipakai 16 Agustus lalu.

Kini, secara bertahap SDN Cemara Dua dikembalikan fungsinya seperti semula. Termasuk fogging. “Steriliasasi terus dilakukan sampai mendekati dipakai (PTM). Mungkin akhir Agustus kami kembalikan ke pihak sekolah. Termasuk perbaikan satu kamar mandi yang mampet airnya. Kami masih titip 124 bed, almari, bantal, guling, dan lainnya. Nanti akan diserahkan ke BPBD,” ujarnya.

Sementara itu,m SMPN 25 Surakarta belum disterilkan. Karena masih digunakan tiga pasien OTG. “Gejalanya ringan,” tandas Perwakilan Satgas Covid-19 SMPN 25 Surakarta Herlambang Sulistiyono. (nis/mg2/fer/dam) Editor : Damianus Bram
#Sekolah yang Digunakan untuk Isoter Disterilisasi #Dinas Pendidikan Kota Surakarta #Disdik Kota Surakarta #Sekolah yang Digunakan untuk Isoter #Sekolah Isoter Disterilisasi