Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

BPMKS Ditargetkan Capai 90 Persen Akhir Agustus

Damianus Bram • Sabtu, 28 Agustus 2021 | 00:20 WIB
BPMKS: Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Surakarta (BPMKS) yang diberikan ke beberapa siswa, Agustus lalu. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
BPMKS: Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Surakarta (BPMKS) yang diberikan ke beberapa siswa, Agustus lalu. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
SOLO Penyaluran Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Surakarta (BPMKS) terus dikebut. Ditargetkan mencapai 90 persen, akhir bulan ini. Menurut data Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta, per Kamis (26/8), BPMKS sudah tersalurkan 88 persen. Dengan nominal sekitar Rp 4.428.598.257.

Sekretaris Disdik kota Surakarta Dwi Ariyatno menjelaskan, BPMKS periode ini harusnya sudah 90 persen. Sementara, yang belum tersalurkan, kemungkinan karena beberapa kendala. Misalnya, siswa bersangkutan sudah pindah dan sebagainya.

“Mudah-mudahan (penyaluran) bisa lebih dari 90 persen. Supaya kami segera meluncurkan BPMKS periode II (tambahan) bagi sekitar 2.000-an siswa usulan baru, yang belum pernah dapat sebelumnya,” kata Dwi kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin.

Diakui Dwi, penyaluran BPMKS menemui kendala. Seperti kesulitan perangkat atau pemahaman terkait sistem dan aplikasi. Nah, siswa bersangkutan sudah diberi kesempatan untuk minta bantuan ke operator sekolah.

“Misalnya siswa lupa password. Sehingga tidak bisa approve dan sebagainya. Sedangkan operator tidak paham dengan itu. Silakan komunikasi dengan disdik, pasti akan dibantu. Sebab, sistem ini kendalinya di disdik. Password bisa di-reset. Password dan username tersebut milik siswa, bukan operator. Jadi, harus dipastikan siswa bersangkutan tahu password-nya,” imbuh Dwi.

Memang, tidak semua siswa penerima BPMKS familiar dengan sistem online. Apalagi, ini sistem baru. Modelnya seperti e-commerce. Jadi, belanjanya online. Bisa dari rumah. Sekaligus mencegah kerumunan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Barang yang sudah dipesan via online, dikirim ke alamat sekolah. Ini berfungsi sebagai controling. Contohnya, apakah siswa sudah belanja? Belanjanya apa saja? Dan sebagainya. “Barang tersebut nanti diambil di sekolah. Pengambilannya harus terapkan protokol kesehatan (prokes) ketat,” tuturnya.

Sementara itu, jika ada dana sisa, juga dilaporkan sebagai sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa). Meski hanya Rp 500 atau Rp 1.000. Namun, disdik tegaskan agar anggaran tersebut disedot habis oleh siswa.

“Kami sudah berbicara dengan toko mitra. Supaya membuat paket kebutuhan. Misalnya Rp 100 ribu, Rp 150 ribu, Rp 300 ribu atau paket lainnya. Paket itu terdiri dari tas, alat tulis, dan sebagainya. Lalu harga itu kami verifikasi dan disesuaikan. Jadi, siswa bisa membandingkan antara paket A, B, dan C di katalog. Tinggal pilih, lalu belanja,” bebernya. (nis/fer/dam) Editor : Damianus Bram
#Penyaluran BPMKS #Dinas Pendidikan Kota Surakarta #BPMKS Ditargetkan Capai 90 Persen #BPMKS Sistem Online