Vaksinasi berlangsung di empat fasilitas kesehatan (faskes) untuk mencegah kerumunan. Yakni Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Surakarta, RS Dr. Oen Solo, dan RS Panti Waluyo, dan RS PKU Muhammadiyah Surakarta.
“Vaksinasi bagi pelajar madrasah disiapkan untuk pembelajaran tatap muka (PTM). Dibagi di beberapa faskes untuk mempercepat proses vaksinasi. Kami tidak pusatkan di satu titik untuk menghindari kerumunan. Karena kami lebih utamakan kesehatan siswa,” kata Kepala Kemenag Kota Surakarta Hidayat Maskur kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin.
Dari 950 dosis, dibagi untuk 515 siswa MTsN 1, kemudian 250 siswa MTsN 2, dan sisanya untuk MTs Al Islam Jamsaren. Hari pertama kemarin, 300 siswa MTsN 1 Surakarta divaksin di RSJD Surakarta. “Link pendaftaran peserta vaksinasi dikirim dari kemenag, Jumat (27/8). Kemudian kami share ke siswa dan orang tua. Cepet-cepetan yang mengisi. Hanya beberapa jam saja, kuota sudah terpenuhi,” terang Humas MTsN 1 Surakarta Dianawati.
Dianawati menyebut vaksinasi kali ini khusus siswa. Karena seluruh guru sudah divaksin, beberapa waktu lalu. Tepatnya saat pelaksanaan uji coba PTM bagi madrasah se-Kota Surakarta.
“Beberapa siswa ada yang tensi darahnya tinggi. Mungkin gugup. Tapi secara keseluruhan vaksinasi lancar. Ada sekitar 15 guru yang memantau dan memberi motivasi pada anak agar tidak takut divaksin,” imbuh.
Salah seorang wali murid MTsN 1 Surakarta Gendrowati ikut menunggui buah hatinya di RSJD. Dia mengaku vaksinasi dari sekolah lebih aman dan prosesnya mudah. “Alurnya pendaftarannya lebih tertata. Tinggal siapkan fotokopi KK (kartu keluarga) saja,” ujarnya.
Sementara itu, siswa MtsN 1 Surakarta Abhista Damar, 14, mengaku deg-degan sebelum divaksin. “Alhamdulillah tidak ada reaksi apa-apa setelah divaksin. Harapan saya dan teman-teman, semoga setelah vaksinasi, segera belajar tatap muka di sekolah,” katanya. (ian/mg2/fer/dam) Editor : Damianus Bram