Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Disdik Kota Surakarta Buka Survei Toko Mitra Penyaluran BPMKS

Damianus Bram • Rabu, 1 September 2021 | 17:00 WIB
DIKEBUT: Guru cek barang pesanan siswa dari program BPMKS di salah satu SMP negeri di Kota Solo. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
DIKEBUT: Guru cek barang pesanan siswa dari program BPMKS di salah satu SMP negeri di Kota Solo. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
SOLO – Barang pesanan peserta didik penerima Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Surakarta (BPMKS) harus berkualitas. Dan harganya pun harus sesuai standar di pasaran. Jika toko mitra berbuat curang, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta bakal bersikap tegas. Mencoret toko mitra dari daftar penyalur program tersebut.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta Dwi Ariyatno menjelaskan, penyaluran BPMKS terus dipantau. Sejak proses penyaluran anggaran, pemesanan, hingga pengiriman barang. Barang-barang yang dijual di toko mitra, juga dipantau. Baik dari sisi harga maupun kualitasnya.

“Harga barang tetap disesuaikan dengan standar. Misal buku merek A, standar harganya Rp 10 ribu. Di toko mitra juga kami minta disesuaikan standar itu,” tandasnya kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (31/8).

Barang yang tidak sesuai pesanan peserta didik, dapat dikembalikan ke toko mitra. Sekolah diminta mengecek kualitas dan jumlah barang yang dibeli peserta didik. Nah, disdik bakal menindaklanjuti toko mitra yang berbuat curang atau menjual barang dengan kualitas kurang bagus.

“Akhir tahun nanti, kami akan survei responden. Kami meminta anak-anak mengisi survei terkait toko mitra mana yang kualitas barangnya kurang bagus, atau menjual barang dengan harga yang tinggi. Hasil survei akan digunakan sebagai acuan untuk membuat kebijakan baru terkait toko mitra BPMKS,” ujarnya.

Lebih lanjut Dwi Ariyatno mengatakan, bakal merancang kebijakan baru untuk memaksimalkan serapan dana BPMKS. Rencananya, disdik menggandeng toko mitra, membuat harga paket barang. Harga barang-barang yang dijual pada toko mitra, akan disesuaikan anggaran BPMKS.

“Misal kami buat paketan barang, mulai dari sepatu, buku, dan seragam yang harganya pas Rp 225 ribu. Supaya tidak ada sisa dana,” bebernya.

Sementara itu, serapan BPMKS hingga akhir Agustus, tercatat 92 persen, atau sekitar Rp 4,3 miliar. Dari anggaran total Rp 4,5 miliar. Serapan ini sudah sesuai target dan bakal dimaksimalkan. Agar tidak ada dana yang dikembalikan ke kas daerah.

Disdik mencatat, sekitar 20 ribu pelajar di Kota Bengawan sudah membelanjakan BPMKS. Di bawah pendampingan dan pantauan ketat dari disdik. Bekerja sama dengan pihak sekolah. “Sekolah juga diberi kewenangan membantu proses approval. Sebagai langkah percepatan penyaluran BPMKS dari pusat ke toko mitra,” terangnya. (ian/fer/dam) Editor : Damianus Bram
#BPMKS Solo #Disdik Kota Surakarta #bpmks #Toko Mitra BPMKS #Disdik Solo Survei Toko Mitra BPMKS