Kepala Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Wilayah VII Jawa Tengah Suratno mengatakan, simulasi dan PTM terbatas bakal digelar menjadi tiga tahap. Pada tahap pertama akan diikuti lima SMA dan 10 SMK.
“Dua sekolah yang menggelar PTM terbatas yakni SMKN 4 Surakarta dan SMK Mikael. Sedangkan tiga belas sekolah lainya bakal melaksanakan simulasi PTM terbatas,” ujar Suratno, Minggu (5/9).
Suratno mengatakan, pelaksanaan PTM selalu dipantau dan diawasi oleh satgas Covid-19 dan tim pengawas dari cabdin. Sekolah yang diizinkan melaksanakan simulasi dan PTM terbatas syaratnya sudah memiliki sarana dan prasarana (sarpras) pencegah penularan Covid-19 lengkap.
“Sebenarnya ada 40 sekolah yang sudah direkomendasikan satgas Covid-19. Tapi karena ini baru awal, kami hanya izinkan 15 sekolah dulu pada tahap pertama. Supaya pemantauan dan pengendalian kami lebih optimal,” ujarnya.
Suratno menambahkan, khusus untuk SMK Mikael Surakarta bakal melaksanakan PTM terbatas mulai Senin depan (13/9). Hal ini dikarenakan sekolah masih digunakan sebagai tempat program vaksinasi masal. Sedangkan SMKN 4 Surakarta dan 13 sekolah lainnya mulai hari ini.
“Pada 4-9 September sekolah masih digunakan untuk vaksinasi. Tapi kami pastikan untuk sterilisasi tempat dan sarpras sekolah sudah baik dan lengkap” imbuhnya
Sekolah juga diberi kebebasan memilih tingkat kelas yang akan mengikuti simulasi dan PTM terbatas. Tergantung dari kepentingan dan kesiapan sekolah masing-masing. Koordinasi antara kepala sekolah dan orang tua siswa juga mejadi pertimbangan.
“Kami sudah cek ulang dan koordinasi dengan pihak sekolah, tim satgas Covid-19, dan dinas kesehatan untuk mempersiapkan pelaksanaan ini. Kami juga minta sekolah mengecek ulang surat izin dari orang tua untuk pelaksanaan PTM,” ungkapnya
Selama dua pekan pelaksanaan, Cabang Dinas Pendidikan dakn Kebudayaan Jateng Wilayah VII akan mengadakan evaluasi setiap pekannya. Hasil evaluasi tersebut dipakai untuk mempertimbangkan kelanjutan pelaksanaan Simulasi PTM dan PTM Terbatas. “Jika hasilnya bagus, akan kami tambah jumlah sekolah maupun jumlah jenjang siswa yang masuk,” ujarnya
Hal serupa juga diungkapkan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kota Surakarta Bangkit Budiarto. Simulasi dan PTM terbatas tahap pertama akan dijadikan sebagai percobaan selama dua minggu pelaksanaan. Dalam pelaksanaannya juga harus menerapkan prokes dengan ketat. Diutamakan siswa yang berdomisili di Kota Solo. Saat berangkat dan pulang sekolah siswa wajib diantar orang tua dan tidak boleh naik kendaraan umum.
“Kami pastikan siswa selalu menaati prokes dengan benar. Setiap pekan kami evaluasi. Jika tidak ada kendala PTM dilanjutkan. Kalau ada kendala kita akan hentikan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Negeri 4 Surakarta Dhanar Ari Susanto mengatakan, sekolahnya telah melakukan persiapan untuk menggelar simulasi PTM terbatas seminggu sebelumnya. Pada tahap I sekolah akan memasukkan 180 siswa kelas XII menjadi 12 rombel. Masing-masing rombel aka diikuti maksimal 15 siswa.
“Secara keseluruhan sudah 99 persen siap. Mulai dari prokes, petugas kesehatan, satgas Covid-19 dan berbagai sarpras untuk menunjang pelaksanaan simulasi PTM terbatas,” ujarnya. (ian/bun/fer/dam)
Data Simulasi dan PTM Terbatas Tahap 1 di Surakarta
PTM Terbatas
- SMKN 4 Surakarta
- SMK Mikael Surakarta
Simulasi PTM
- SMAN 4 Surakarta
- SMAN 7 Surakarta
- SMA Batik 1 Surakarta
- SMA St Yosef Surakarta
- SMA Islam 1 Surakarta
- SMKN 2 Surakarta
- SMKN 9 Surakarta
- SMK Bhineka Karya Surakarta
- SMK Al Islam Surakarta
- SMK PGRI 1 Surakarta
- SMK Farmasi Nasional Surakarta
- SMK Teknosa Surakarta
- SMK Warga Surakarta