Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Bisnis Pertanian Hidroponik Prospektif, Butuh Petani Milenial

Damianus Bram • Rabu, 13 Oktober 2021 | 16:00 WIB
SIAP PANEN: Menanam sayur dengan hidroponik di balkon rumah. (SEPTINA FADYA/RADAR SOLO)
SIAP PANEN: Menanam sayur dengan hidroponik di balkon rumah. (SEPTINA FADYA/RADAR SOLO)
SOLO - Problem utama pengembangan bisnis pertanian bukan hanya lahan yang tersedia semakin sempit. Namun lebih pada soal market. Solusinya, perlu menjaring komunitas. Ditambah kolaborasi hexa-helix seperti pemerintah, perguruan tinggi, pengusaha, komunitas, media, dan perbankan. Salah satu pengembangan bisnis pertanian yang potensial adalah sistem hidroponik.

“Bisnis pertanian hidroponik ini prospeknya bagus. Namun perlu petani milenial yang berjiwa wirausaha dan inovatif untuk bisa mengelola bisnis itu. Agar bisnis pertanian ini berkembang cepat dan berdaya saing tinggi,” ungkap dosen Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (FP UNS) Eddy Tri Haryanto di pusat hidroponik berlokasi di kampus setempat, kemarin (12/10).

Menangkap peluang tersebut, Eddy mengembangkan program lompatan kreatif 2021 menggandeng industri hidroponik. Tujuannya, mencetak petani muda yang ahli di bidang hidroponik. Harapannya, mampu mengembangkan bisnis pertanian hidroponik dan menyerap tenaga kerja.

Dekan Fakultas Pertanian UNS Samanhudi menambahkan, pihaknya fokus mengembangkan pertanian organik atau pertanian berkelanjutan. Namun selama ini progresnya masih pada penelitian dosen, mahasiswa, dan praktikum. Belum untuk tujuan produksi yang menghasilkan.

“Kami akan mengembangkan lahan yang kami miliki agar dapat lebih menghasilkan. Mengawalinya dengan greenhouse hidroponik ini. Tujuannya, tidak hanya untuk praktikum, tapi juga ada hasil yang diproduksi,” pungkasnya. (aya/bun/dam) Editor : Damianus Bram
#kolaborasi hexa-helix #Bisnis Pertanian #Bisnis Pertanian Sistem Hidroponik #Dosen Fakultas Pertanian UNS Eddy Tri Haryanto