ANBK jenjang SD dibagi menjadi empat gelomang dengan tiga instrumen penelitian. Yakni Assesmen Kompetensi Minimum (AKM literasi dan numerasi), survei karakter, dan survei lingkungan belajar. Di SD Muhammadiyah 8 Jagalan, ANBK gelombang tiga digelar 22-23 November, diikuti 30 siswa kelas V.
“ANBK dibagi menjadi dua sesi karena kami hanya memiliki 15 unit komputer. Yang 15 siswa ANBK pagi, sisanya siang,” kata humas sekaligus guru olahraga SD Muhammadiyah 8 Jagalan Andri, kemarin (23/11).
Kelancaran ini tak lepas dari simulasi ANBK yang digeber tiga kali. Untuk memastikan kesiapan peserta didik dan teknis pelaksanaan. Salah satunya menambah kecepatan internet. Selain itu, siswa juga didampingi proktor ahli dan diawasi tim pengawas sekolah lain.
“Seluruh tahapan ANBK berjalan lancar, meski menggunakan model full online. Tidak lupa, kami juga menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat,” imbuhnya.
Andri berharap, siswa yang ikut ANBK mendapatkan hasil maksimal. Sehingga mutu atau kualitas sekolah meningkat. Dia juga berharap, ke depannya ANBK bisa menyasar seluruh siswa. Agar asesmen lebih konkret.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta Abdul Haris Alamsyah menyebut, ada 244 SD negeri dan swasta di Solo yang mengikuti ANBK dengan model semi online dan full online. Sekolah yang memiliki perangkat lengkap dan memadai, melaksanakan ANBK secara mandiri dengan model full online. Sedangkan 20 SD yang tidak lengkap, tercatat menumpang di SMP lain.
“Berdasarkan hasil evaluasi ANBK SMP kemarin, mungkin sudah ada pembaruan server dari pusat. Sehingga ANBK jenjang SD gelombang I dan III ini hampir tidak ditemukan kendala pada server,” imbuhnya. (ian/fer/dam) Editor : Damianus Bram