“Hal tersebut kami wujudkan dalam bentuk penambahan kelengkapan fasilitas perkuliahan, yang mengutamakan keterampilan dan kecakapan digital. Fasilitas tersebut dapat membantu mahasiswa untuk lebih cakap dan bisa langsung dipraktikkan di kampus,” kata Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Surakarta Astrid Widayani, kemarin (16/12).
Sesuai dengan visi Unsa yang berlandaskan kewirausahaan, mahasiswa dan lulusan dibentuk untuk menjadi calon-calon entrepreneur mumpuni, sesuai dengan bidang masing-masing. Para lulusan Unsa disiapkan untuk mampu merambah sektor baru, yakni sektor digital kewirausahaan.
“Berbekal pengetahuan, keterampilan, dan kecakapan digital yang diperoleh selama mengenyam pendidikan di Unsa, kami optimistis lulusan dapat merambah sektor digital kewirausahaan,” imbuhnya.
Yayasan Perguruan Tinggi Surakarta juga mendukung adanya kolaborasi dari berbagai pihak, untuk menunjang visi tersebut. Sekaligus dalam rangka menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selama proses perkuliahan, Unsa telah bekerja sama dengan berbagai instansi. Salah satunya International Test Center (ITC) yang menyediakan sertifikasi Bahasa Inggris. Dalam waktu dekat, Unsa juga akan membuka sertifikasi yang lain, sebagai pendamping kecakapan lulusan.
“Seperti sertifikasi komputer dan pelatihan-pelatihan yang langsung akan kami link and match dengan dunia industri di bidangnya masing-masing. Dengan tujuan mampu melahirkan lulusan Unsa yang semakin cakap,” tegasnya.
Astrid menambahkan, fokus Yayasan Perguruan Tinggi Surakarta saat ini adalah, mengembangkan inovasi dan kolaborasi di berbagai bidang. Pengembangan dilakukan untuk mempertebal kepercayan masyarakat, bahwa lulusan Unsa adalah lulusan berkompeten dan unggul di bidangnya masing-masing.
“Semoga ke depannya inovasi dan kolaborasi ini bisa membawa Unsa lebih maju lagi. Serta mampu melahirkan lulusan yang siap kerja dan siap pakai,” tandasnya. (ian/fer/dam) Editor : Damianus Bram