Pameran ini menyajikan 54 karya terbaik dengan beragam tema dibalut dengan kisah dibalik proses pembuatan desain karya. Pameran dibuka langsung oleh Wakil Dekan III FSRD ISI Surakarta Ahmad Fajar Ariyanto.
Ketua panitia Nyantel Exhibition 2022 Nanda Aqshal Cendharana mengatakan, selain pameran karya, juga terdapat beberapa rangkaian acara seperti webinar dan workshop. Pada pemeran, terlampir pula visual mengenai proses berkarya. Berfungsi untuk menciptakan pemahaman akan proses kisah dibalik pembuatan desain yang dipamerkan.
Karya yang ditampilkan adalah beberapa tugas mata kuliah di semester ganjil yang dibuat para mahasiswa. Yang sebagian besar adalah desain grafis, baik untuk periklanan, hingga beberapa desain tipografi.
“Khusus untuk karya bertema doodle dan scamper. Kami mengangkat budaya Indonesia. Ada juga desain grafis periklanan dari UMKM, hingga ilustrasi dari lagu yang dipilih masing-masing mahasiswa. Semoga dengan pameran ini, kami dapat lebih menghargai setiap karya yang tercipta dari para seniman,” imbuhnya.
Sementara itu, Kaprodi DKV ISI Surakarta Asmoro Nurhadi Panindias dalam sambutannya menekankan bahwa pameran ini merupakan bagian pembelajaran dalam semester V. Nyantel Exhibition 2022 digelar sebagai pembuktian bahwa pameran anak-anak muda zaman sekarang harus mampu menghasilkan karya yang bermanfaat.
“Semoga dengan digelarnya pameran ini, dapat menambah kepercayaan diri mahasiswa muda untuk terus berkarya dan bermanfaat bagi orang lain,” ujarnya.
Wakil Dekan III FSRD ISI Surakarta Ahmad Fajar Ariyanto juga ikut berpesan, suatu karya harus dapat dipertanggungjawabkan. Pagelaran pameran sebagai wujud visi misi suatu prodi DKV yang mempublikasi seni dan desain kepada masyarakat. Lewat pameran, mahasiswa sudah mampu pertanggungjawabankan karyanya pada khalayak umum.
“Pameran ini merupakan sebuah pendekatan yang baik menurut kami, karena lebih mudah diterima dan tidak memaksa supaya publik bisa mengapresiasi karya mahasiswa kami,” tandasnya. (ian/nik/dam) Editor : Damianus Bram