Narasumber kuliah tamu Gregg Gildemann menyampaikan, pandemi sangat berimbas ke dunia penerbangan. Namun kini penerbangan perlahan mulai menunjukkan pemulihan.
Penurunan tren penerbangan di awal pandemi disebabkan banyaknya larangan penerbangan. Tidak sedikit negara yang menutup aksesnya.
“Mulai 2021, dunia penerbangan membaik. Kami memprediksi pada 2023-2024, trafik penerbangan bisa kembali seperti 2019. Perbaikan tren dimulai dari penerbangan domestik pada 2022, disusul ke regional pada 2023, dan secara internasional pada 2024,” ujar Gregg.
Berbanding terbalik dengan kondisi pesawat penumpang, tren pesawat kargo justru naik selama pandemi. Transaksi toko daring (e-commerce) dan logistik selama pandemi mendongkraknya.
“Kondisi tersebut disebabkan akselerasi e-commerce, permintaan suplai barang medis yang tinggi, hingga tantangan negara maritim yang kemudian membuat mereka memilih menggunakan pesawat kargo untuk mengirimkan barang,” ungkap dia.
Wakil Rektor Perencanaan, Bisnis Kerja Sama, dan Informasi UNS Sajidan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu agenda Dies Natalis ke-46 UNS yang puncaknya dilaksanakan 11 Maret mendatang.
“Kami berharap pihak Boeing menjelaskan kondisi industri penerbangan saat ini dan peluang karir di dunia penerbangan. Mengingat saat ini Boeing membuka kantor di Jakarta,” kata dia. (ian/wa/dam) Editor : Damianus Bram