Bank sampah merupakan tempat dilakukannya kegiatan 3R (reduce, reuse, recycle) agar menghasilkan produk bermanfaat dan memiliki nilai ekonomis. Adanya bank sampah di sekolah bertujuan untuk mengedukasi siswa sejak dini, yakni tentang pentingnya pengelolaan lingkungan.
“Bank sampah edukasi nol sampah sejak dini, diadakan agar warga sekolah peka terhadap pengelolaan lingkungan. Sekaligus, praktik langsing bagaimana cara menerapkan pemilahan sampah secara tepat dan bernilai ekonomis,” ujar Wakil Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta Jatmiko, Jumat (18/3).
Pembinaan dilakukan oleh guru, kepala sekolah, tim polisi lingkungan sekolah, dan bekerja sama juga dengan DLH Kota Surakarta. Pembinaan kepada siswa dilakukan setiap hari melalui speaker, vlog, penyampaian langsung, dan melalui langkah sosialisasi lainnya. Adanya bank sampah, sekaligus untuk meningkatkan keterampilan warga sekolah dalam pengelolaan sampah.
“Pembinaan bersama DLH dilakukan 3 bulan sekali untuk melakukan inovasi terbaru dalam hal pengelolaan sampah,” bebernya.
Pembinaan pengelolaan sampah dimaksudkan untuk membiasakan siswa agar disiplin dalam hal kebersihan lingkungan. Sekolah juga membentuk membentuk tim kebersihan tiap kelas, pembentukan polisi lingkungan, Jumat bersih, dan lomba kebersihan kelas. Serta memberikan penghargaan dan sanksi kepada siswa sebagai acuan. Sekolah menggunakan metode ceramah, penugasan, dan ekstra kewirausahaan untuk memberikan pemahaman terkait pengelolaan sampah. .
“Program Bank Sampah diterapkan sebagai penunjang terwujudnya program Sekolah Sehat maupun program Adiwiyata. Semoga melalui kegiatan ini, siswa lebih peduli terhadap lingkungan dan kedisiplinan implementasi sebagian dari iman. Alhamdulillah adanya bank sampah siswa atas nama Humaira Putri Dhia Syarafina jadi Narasumber webinar Jambore Ban The Big 5 pada Kamis 24 Maret mendatang,” pungkasnya. (ian/nik/dam) Editor : Damianus Bram