Film pendek ini dibuat oleh Riza B. Utomo (sutradara), Daniel A. Morgana (penata artistik), Yoshua Putra W (editor), dan Gustami Hayu Panastuti (talent). Nama terakhir merupakan mahasiswa Prodi Seni Karawitan. Film berdurasi kurang dari 7 menit ini hanya dibuat selama dua hari. Judul film diambil dari bahasa Korea yang berarti tinggal.
Menceritakan seseorang bernama Dewi yang lama studi di Korea. Saat ini dia sudah pulang di rumahnya di Mojosongo, Jebres, Solo. Namun, Dewi diajak kekasihnya bernama Kim asal Korea, untuk menetap di sana setelah menikah nanti. Namun, percakapan yang romantik antara keduanya membuat Kim mengurungkan niatnya.
“Kami bangga atas pencapaian ini. Karena waktu produksi yang relatif singkat dan tim produksi tidak banyak. Mampu menghasilkan gelar juara kedua,” kata Daniel A. Morgana.
Para pemenang lomba diumumkan pada 17 Februari. Digelar oleh pemkot, dalam rangka perayaan Hari Jadi Ke-277 Kota Surakarta. Bertujuan untuk memperkuat rasa handarbeni warga terhadap Kota Solo. Sekaligus mempromosikan perkampungan yang ada di Kota Bengawan.
“Luar biasa dan salut atas prestasi ini. Walaupun masih masa pandemi Covid-19, teman-teman mahasiswa mampu meluangkan waktunya untuk selalu berkarya dan berprestasi. Semoga mental juang seperti ini menjadi inspirasi bagi teman-teman, khususnya mahasiswa Prodi FTV. Dan umumnya seluruh mahasiswa ISI Surakarta,” ucap dosen pembimbing mahasiswa Prodi FTV N.R.A. Candra Dwi Atmaja. (*/fer) Editor : Damianus Bram