Kepala PAUD dan PNF Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta Galuh Murya Widawati menjelaskan, dana BOP kinerja harus difokuskan untuk menunjang kegiatan pembelajaran paradigma baru. Pada jenjang PAUD, dana ini juga bisa digunakan untuk membeli bahan dan media pembelajaran yang menarik.
“Kalau dana BOP kinerja di sekolah penggerak, mayoritas untuk kegiatan pembelajaran berbasis proyek. Ada sekitar delapan PAUD yang tahun ini lolos jadi sekolah penggerak. Semuanya mendapatkan dana BOP kinerja,” terangnya, Kamis (14/4).
Kepala PAUD Terpadu Islam Diponegoro Surakarta Fatimah menambahkan, dana BOP dicairkan bertahap. Pencairan langsung ke rekening satuan pendidikan.
“Total kami menerima bantuan sekitar Rp 30 juta. Sudah masuk ke rekening kami pada tahap dua ini. Tapi memang belum bisa dibelanjakan. Karena harus mengajukan RAK (rencana anggaran kas) dulu. Baru kemudian bisa digunakan,” katanya.
Secara holistik, BOP kinerja diberikan, untuk mendorong perwujudan profil Pelajar Pancasila. “Dalam Profil Pancasila, siswa dibentuk untuk lebih mandiri lewat pembelajaran berbasis proyek. Karena itu dana BOP kinerja sangat menunjang pembelajaran paradigma baru,” imbuhnya.
Terkait penggunaan BOP kinerja, Fatimah mengaku diutamakan untuk pembiayaan pengembangan pembelajaran paradigma baru. Salah satunya untuk pembiayaan pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek. Di antaranya penyediaan buku bacaan anak. Termasuk program penguatan literasi dan penanaman karakter sesuai nilai-nilai Pancasila.
“Sebelumnya dana BOP kinerja kami pakau untuk pengembang keterampilan siswa berbasis proyek. Di antaranya belajar membuat bedug dan kubah masjid dengan peralatan sederhana. Pembelajaran proyek ini kami sesuaikan dengan momentum bulan Ramadan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala KB dan TK Warga Surakarta Maria Sri mengaku dana BOP kinerja sudah masuk ke rekening sekolah. Rencananya akan digunakan setelah pengajuan dan penyusunan rencana kerja sekolah (RKS).
“Tapi memang belum bisa digunakan. Dana tersebut akan digunakan untuk pembiayaan pembelajaran berbasis proyek,” terangnya. (ian/fer) Editor : Damianus Bram