Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Sekolah Negeri atau Swasta Sama Baiknya

Damianus Bram • Rabu, 20 April 2022 | 14:15 WIB
MODERN: Murid SD mulai dikenalkan dengan teknologi komputer dalam kegiatan belajar mengajar. (SEPTIAN REFVINDA/RADAR SOLO)
MODERN: Murid SD mulai dikenalkan dengan teknologi komputer dalam kegiatan belajar mengajar. (SEPTIAN REFVINDA/RADAR SOLO)
SOLO – Kualitas pendidikan di sekolah swasta dan negeri disebut sama-sama baiknya, karena bertujuan mencetak peserta didik yang berkarakter dan berkualitas.

Namun, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta menyarankan bagi orang tua yang secara ekonomi kurang mampu diminta tidak ngotot memaksakan anaknya masuk ke sekolah swasta.

Kepala Bidang SMPN Disdik Kota Surakarta Abdul Haris Alamsah menuturkan, terkadang masih ditemukan orang tua yang ngotot ingin mendaftarkan anaknya ke sekolah swasta. Mayoritas sekolah swasta memang memiliki biaya pendidikan yang lebih tinggi dibandingkan sekolah negeri. Hal tersebut, karena sebagian besar biaya pendidikan ditanggung orang tua siswa.

“Logikanya, misal memang tidak mampu sekolah di swasta, ya jangan dipaksakan. Takutnya, nanti waktu pengambilan ijazah, belum lunas pembayarannya, tidak bisa diambil. Sebenarnya mau sekolah swasta maupun negeri sama saja, tapi memang untuk swasta biayanya lebih mahal,” bebernya, Selasa (19/4).

Sekolah swasta memang memiliki keleluasaan untuk melakukan pendataan potensi awal siswa. Tapi jika selama prosesnya terdapat pungutan biaya tertentu, maka sudah menyalahi aturan.

Secara kualitas, imbuh Haris, sekolah negeri juga memiliki banyak program unggulan yang tidak kalah dengan sekolah swasta. Di antaranya pendidikan karakter. “Jadi pada dasarnya sekolah swasta dan negeri sama-sama bagus. Tinggal selera dan keinginan orang tua serta anak mau sekolah dimana. Namun yang perlu ditekankan, jika tidak mampu (secara ekonomi) yang jangan sekolah di swasta, nanti bisa menimbulkan masalah di akhir,” ujar dia.

Haris menambahkan, ada beberapa sekolah swasta membuka jalur inden sebelum PPDB dimulai. Disdik tidak mempermasalahkan hal tersebut, jika sifatnya tidak memaksa dan merugikan orang tua siswa.

“Sebenarnya sejak tahun lalu, sudah ada sekolah yang membuka jalur inden. Itu mungkin istilahnya bukan pendaftaran, tapi hanya sekadar nitip nama. Tidak apa-apa, biasanya yang daftar inden-inden itu memang siswa yang benar-benar ingin masuk ke sekolah tersebut,” ungkapnya.

Terpisah, Waka Kesiswaan SD Lazuardi Kamila GIS Surakarta Bayu Tri Hantoro menjelaskan, alasan lain pemilihan inden dikarenakan orang tua murid sangat tertarik dengan kegiatan dan event-event yang diadakan pihak sekolah.

“Inden tidak kami pungut biaya. Kami hanya mendata nama-nama siswa yang mau mendaftar di sekolah, dan nantinya mereka yang akan menjadi prioritas kami,” jelasnya. (ian/wa) Editor : Damianus Bram
#Dinas Pendidikan Kota Surakarta #sekolah swasta #sekolah negeri