Acara dihadiri Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UNS Kuncoro Diharjo; Dekan FK UNS Reviono; Direktur RSUD Moewardi Surakarta Cahyono Hadi; Direktur Rumah Sakit Ortopedi (RSO) Soeharso Surakarta; Direktur RS UNS serta perwakilan dari Ikatan Keluarga Alumni (IKA) FK UNS.
Acara pelepasan yang diikuti 23 peserta didik PPDS FK UNS berasal dari tujuh program studi (prodi). Empat di antaranya penerima Beasiswa Tugas Belajar Kementerian Kesehatan (Kemenkes). FK UNS pun telah meluluskan sebanyak 299 lulusan penerima beasiswa tersebut.
Wakil Dekan Akademik, Riset, dan Kemahasiswaan FK UNS Paramasari Dirgahayu mengungkapkan, 23 peserta wisuda tersebut terdiri dari 1 orang wisudawan Prodi Anestesiologi dan Terapi Intensif; 4 orang Prodi Ilmu Bedah; 4 orang Prodi Ilmu Kesehatan Anak; 1 orang Prodi Dermatologi dan Venereologi; 1 orang Prodi Telinga, Hidung, Tenggorokan, Bedah Kepala, dan Leher; 2 orang Prodi Ilmu Penyakit Dalam; dan 10 orang Prodi Psikiatri.
”Septiana Hestiningrum menjadi lulusan dengan IPK tertinggi. Dia merupakan lulusan Prodi Ilmu Penyakit dalam yang memperoleh IPK 3.88. Ada pula Frieda yang menjadi lulusan dokter spesialis termuda dari Prodi Dermatologi dan Venereologi dengan usia pada saat lulus 30 tahun 9 bulan. Hingga saat ini, FK UNS telah melepaskan sebanyak 1.502 orang dokter spesialis sejak awal berdirinya,” terangnya.
Sementara itu Kuncoro menyoroti ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kedokteran yang mampu berkembang dengan sangat cepat. Ini menunjukkan bahwa profesi dokter dan inovasi pengobatannya semakin menjadi bagian penting dalam mewujudkan kualitas layanan kesehatan yang paripurna kepada masyarakat. Mengingat kondisi tersebut, dia mengimbau para dokter spesialis baru FK UNS tidak berhenti belajar dan meningkatkan kualitas keilmuannya.
”Kami percaya di pundak sejawat para dokter spesialis yang hari ini dikukuhkan ada beban tanggung jawab yang tidak ringan dalam merealisasikan sumpah dokternya. Tetapi saudaraku tidak perlu khawatir. Dengan kemampuan penguasaan ilmu kedokteran dan keterampilan medis yang telah saudara miliki dan kuasai, kami yakin saudara mampu meraih sukses dan menjaga marwah profesi kedokteran,” tutur Kuncoro. (ian/adi) Editor : Damianus Bram