Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Kegiatan Pesantren Ramadan, Bagi-Bagi Takjil dan Nuzulul Quran

Damianus Bram • Jumat, 29 April 2022 | 17:30 WIB
BERBAGI: Siswa SMA Muhammadiyah 1 Surakarta bagikan takjil kepada masyarakat sekitar sekolah. (ISTIMEWA)
BERBAGI: Siswa SMA Muhammadiyah 1 Surakarta bagikan takjil kepada masyarakat sekitar sekolah. (ISTIMEWA)
SOLO – Rangkaian kegiatan pesantren Ramadan di SMA Muhammadiyah 1 Surakarta, diisi dengan berbagai kegiatan positif. Di antaranya pengajian Nuzulul Quran dan bagi-bagi takjil gratis.

Pesantren kilat di SMA Muhammadiyah 1 Surakarta digelar sejak awal Ramadan. Diisi rangkaian kegiatan, bertujuan untuk menanamkan karakter Keislaman dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Mulai dari one day one juz, catatan Ramadan online, pengajian Jumat pagi, Jumat berbagi, Nuzulul Quran, khotmil Quran, zakat fitrah, hingga halal bihalal setelah Lebaran nanti.

“Di hari terakhir masuk sekolah sebelum Lebaran ini, kami menutup rangkaian pesantren kilat dengan bagi-bagi takjil dan Nuzulul Quran.  Ratusan paket takjil dibagikan kepada masyarakat di sekitar lingkungan sekolah,” kata Humas SMA Muhammadiyah 1 Surakarta Willys Sari Listiyani, Selasa (26/4).

Willys menambahkan, Nuzulul Quran diisi khotbah oleh ustad Rayhan Janitra. Mengangkat tema “Membangun Generasi Muda Islami Cinta Alquran dengan Meneladani Akhlak Rasulullah SAW”. Kegiatan diikuti seluruh siswa, guru, dan karyawan. Diawali pembacaa ayat suci Alquran oleh siswa kelas XI MIPA 1 Brenada Aghita Sakti.

“Di hari 10 terakhir Ramadan ini, siswa kami arahkan mencari Lailatul Qodar. Melatih kebiasaan baik, untuk lebih mendekatkan diri pada AlQuran, saat selesai Ramadan dan tetap istiqomah,” imbuh Willys.

Selain itu, sekolah juga menggelar Khotmil Quran yang diisi ustad Farhan Qodriyanto. Selama pengajian, membahas tentang tradisi khataman Alquran. Dilanjut membaca istighfar untuk menebus kesalahan saat membaca Alquran. Nah, jika selesai membaca Alquran surat terakhir, dilanjutkan dengan membaca doa-doa yang lain.

“Semoga kegiatan Khotmil Quran menjadi budaya. Misalnya diadakan sebulan sekali. Sekolah akan sangat mendukung kegiatan positif tersebut. Dengan Khotmil Quran, semoga napas-napas Islam semakin kental,” sambung Kepala SMA Muhammadiyah 1 Surakarta Rahayuningsih. (ian/fer/dam) Editor : Damianus Bram
#Pesantren Ramadan #bagi takjil #Nuzulul Qur'an #SMA Muhammadiyah 1 Surakarta