Kepala Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah VII Jawa Tengah Suratno menjelaskan, jumlah kunjungan ke kantin menyesuaikan aturan dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di masing-masing wilayah.
“Dalam waktu dekat segera kami koordinasikan dengan pengawas dan kepala sekolah untuk implementasinya. Sambil menunggu, sekolah melaksanakan sesuai kesiapan masing-masing,” terangnya, kemarin (12/5).
Suratno menambahkan, satuan pendidikan tetap menaati protokol kesehatan (prokes) ketat. Sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19. Karena itu, pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terus diawasi dan dievaluasi secara berkala. “Bagaimana pelaksanaannya, masih kami bahas dengan pengawas dan kepala sekolah,” imbuhnya.
Kepala SMA Warga Surakarta Purwoto menyebut, sekolahnya akan membuka kantin dan ekskul secara bertahap. Rencananya mulai tahun ajaran baru mendatang. Sembari menunggu kasus Covid-19 melandai.
“Ekskul di dalam peraturan yang baru, memang sudah diperbolehkan. Namun kami masih melihat kondisi dulu. Apalagi ini pascalebaran. Kami butuh waktu mengoordinasikan segala urusan terkait ekskul, agar tetap berjalan sesuai prokes,” ujarnya.
Ekskul yang sudah digeber, lanjut Purwoto, hanya berorientasi pada prestasi. Saat ini diseleksi, mana saja ekskul yang kembali buka lagi, dan mana yang ditunda dulu. Diutamakan yang hendak mengikuti perlombaan. “Rencana kami buka semua ekskul pada tahun ajaran baru,” bebernya.
Sementara itu, pemerintah juga memberi lampu hijau dibukanya kantin sekolah. Di SMAN 5 Surakarta, sedang membenahi kantin agar sesuai dengan prokes.
“Rencana minggu depan sudah buka kantin sekolah. Pengunjung kami batasi agar tidak berkerumun. Beberapa guru ikut mengawasi,” kata Waka Kesiswaan SMAN 5 Surakarta Eko Setyaningsih. (mg2/ian/fer) Editor : Damianus Bram